> >

Perempuan 30 Tahun di Bandung Tewas Dibunuh, Sempat Terima Ancaman dan Lapor ke Polisi

Kriminal | 11 Mei 2022, 10:02 WIB
Ilustrasi pembunuhan (Sumber: -)

BANDUNG, KOMPAS.TV - Nasib tragis menimpa Wiwin Setiani (30), warga Kampung Gunung Bentan, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Melansir Tribunnews, Wiwin ditemukan tewas bersimbah darah di depan rumahnya dalam kondisi penuh luka pada bagian leher dan perut akibat terkena sabetan senjata tajam.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (8/5). Ia sempat dibawa ke rumah sakit saat ditemukan warga namun nyawanya tidak tertolong.

Belakangan diketahui pelaku pembunuhan itu seorang duda berinisial M, yang juga tinggal di kampung yang sama.

Menurut informasi, pelaku memiliki hubungan asmara dengan korban.

Baca juga: Tak Hanya Usut Tambang Emas Ilegal Briptu HSB, Polisi Usut Dugaan Bisnis Peredaran Narkoba

Terima Ancaman dan Lapor Polisi

Ketua RW setempat, Agus Sopian mengatakan, dua hari sebelum peristiwa itu terjadi korban sempat melapor menerima ancaman dibunuh dari pelaku.

Setelah menerima laporan, Agus langsung melakukan antisipasi dengan cara melaporkan lagi ke anggota Bhabinkamtibmas.

"Saya sudah antisipasi, dengan cara lapor ke kadus dan Bhabinkamtibmas. Dua hari itu saya juga pantau setiap malam dan aman-aman saja," kata Agus.

Sementara ayah korban, Ujang Mimin, membenarkan soal ancaman itu. Ia mengatakan pelaku kerap datang ke rumah korban dengan menggedor dan mencongkel pintu rumah sambil membawa pisau

Pihak keluarga juga sempat mendatangi Polsek Padalarang guna meminta perlindungan atas ancaman yang dilayangkan pelaku.

Ketika itu, keluarga datang ke kantor polisi bersama Ketua RT dan RW setempat.

"Saya sama adik korban, Ketua RW, dan Ketua RT datang ke Polsek Padalarang pada hari Selasa malam Rabu," kata Ujang, Selasa (10/5/2022).

Baca juga: Ini Peran 9 Pelaku Pembegalan terhadap 2 Anggota TNI di Kebayoran Baru

Namun, permintaan pihak keluarga tidak dikabulkan dengan dalih tak cukup bukti soal ancaman yang dilayangkan oleh pelaku.

"Di Polsek gak ditanggapi. Kata petugas Polsek harus ada kerugian dulu senilai Rp 2 juta," jelas Ujang.

Motif Pelaku

Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengatakan motif pembunuhan tersebut adalah asmara.

Menurutnya, pelaku diduga kesal karena permintaan untuk menikah ditolak oleh WS dan keluarganya.

"Motif pelaku melakukan (pembunuhan) ini, patut diduga karena korban tidak mau diajak menikah sama pelaku," ungkap Imron.

Imron menyampaikan, alasan korban dan keluarganya menolak lantaran pelaku sering membuat resah masyarakat sekitar.

Selain itu, korban kerap mendapat perlakuan tidak mengenakkan oleh pelaku.

Adapun pelaku, saat ini masih diburu.

Penulis : Baitur Rohman Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU