> >

Puncak Gelombang Covid-19 Diprediksi Terjadi Februari hingga Maret, Gibran: Wis Siap, Tenang Wae

Peristiwa | 17 Januari 2022, 16:28 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Sumber: Kompastv/Ant)

SOLO, KOMPAS.TV — Puncak gelombang Covid-19 varian Omicron diprediksi terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku siap untuk mengantisipasi kenaikan kasus yang dipicu Omicron atau gelombang Covid-19 berikutnya.

"Siap nggak siap ya harus kami antisipasi untuk Omicron dan gelombang-gelombang berikutnya," kata Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka seperti diwartakan Antara, Senin (17/1/2022).

Lebih lanjut, Gibran meminta masyarakat tidak khawatir berlebihan terkait varian baru tersebut selama tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ia mengatakan sejauh ini pemerintah daerah sudah melakukan langkah antisipasi, di antaranya dengan melakukan percepatan vaksinasi dan memastikan kesiapan alat untuk perawatan pasien Covid-19.

"Kami sudah punya oksigen konsentrator, generator, isotank. Wis siap, tenang wae," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta, hingga Minggu (16/1) jumlah pasien Covid-19 yang terdata sebanyak lima orang.

Baca Juga: Jokowi: Pandemi Covid-19 Tidak Boleh Hentikan Transformasi Besar yang Sedang Indonesia Lakukan

Angka ini mengalami kenaikan dari minggu sebelumnya yang hanya sebanyak tiga pasien.

Dari data tersebut, lima pasien terkonfirmasi Covid-19, dua di antaranya menjalani isolasi mandiri dan tiga dirawat di rumah sakit.

Dengan penambahan tersebut, hingga Minggu (16/1) jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Solo menjadi sebanyak 26.096 kasus.

Diberitakan KOMPAS TV sebelumnya, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron diprediksi terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Minggu (16/1/2022).

Prediksi tersebut, kata Luhut, berdasarkan pada penularan varian sama yang terjadi di sejumlah wilayah di negara lain seperti Afrika Selatan.

“Beberapa yang kami amati, berangkat seperti kasus Covid di Afsel, puncak gelombang Omicron ini berada di pertengahan Februari hingga awal Maret ini,” ungkap Luhut. 
 
Kata Luhut, beberapa negara seperti Inggris dan Afrika Selatan telah lewati puncak kasus Omicron dan juga negara lian sudah mulai terlihat tanda-tanda flatening seperti di Amerika Serikat dan Perancis.

"Tapi, beberapa negara di Asia seperti di India, Thailand dan Filipina masiih terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi,” katanya.

Baca Juga: Lonjakan Covid-19 di Jakarta, Kasus Aktif Tembus 3.000, BOR Sentuh 19 Persen

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU