> >

Pernah Dinyatakan Hilang Ratusan Tahun, Keris Pangeran Diponegoro Kini di Solo

Peristiwa | 23 November 2021, 13:03 WIB
eris bersejarah miliki Pangeran Diponegoro yang dikembalikan oleh Belanda ke Indonesia, kini dipamerkan di Museum Keris Nusantara, Jalan Bhayangkara, Kompleks Stadion Sriwedari Solo. (Sumber: Kompas TV/Widi Nugroho)

SOLO, KOMPAS.TV - Keris bersejarah miliki Pangeran Diponegoro yang dikembalikan oleh Belanda ke Indonesia, kini dipamerkan di Museum Keris Nusantara, Jalan Bhayangkara, Kompleks Stadion Sriwedari Solo. Sebelum akhirnya akan kembali ke Museum Nasional Jakarta.

Keris tersebut bernama Kanjeng Kiai Nogo Siluman yang merupakan salah satu keris milik Pangeran Diponegoro selain Kanjeng Kiai Ageng Bondoyudo. Menurut Pamong Budaya Ahli Muda Museum Nasional, Mananti Amperawan Marpaung, keris yang kini dipamerkan di Solo merupakan koleksi keempat dari barang yang dikembalikan Belanda ke Indonesia.

Adapun sebelumnya, barang milik Diponegoro yang telah dikembalikan, antara lain payung, tombak, dan pelana kuda.

"Koleksi ini merupakan koleksi lanjutan yang dikembalikan milik pangeran diponegoro. Sebelumnya ada payung pangeran diponegoro, lalu tombak, kemudian pelana kuda pangeran diponegoro, ini adalah item yang keempat yang dikembalikan ke Nusantara ke Indonesia," kata Mananti Amperawan Marpaung kepada KOMPAS TV, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga: Unggah Video Terima Keris dari Ki Manteb, Anies: Saya Sudah Lapor KPK

Lebih lanjut, Mananti menyatakan bahwa keris ini sebelumnya telah dinyatakan hilang selama 150 tahun sejak Perang Jawa berakhir. Adapun keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman ini telah dipamerkan sejak 20 hingga 25 November 2021.

Selama dipamerkan, keris dan warangka milik Pangeran Diponegoro dipajang dalam kotak kaca. Setiap pengunjung yang datang bahkan dapat melihat secara jelas bentuk dan motif dari keris bersejarah itu.

Diketahui, keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman merupakan keris yang selalu dibawa Pangeran Diponegoro ketika berperang melawan Belanda tahun 1825-1830. Keris ini terbuat dari besi hitam dan memiliki sebelas luk, sementara gandiknya berbentuk kepala naga dan terdapat badan naga memanjang mengikuti bilah. Sedangkan warangka keris berbentuk ladrang atau branggah.

Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman itu dibawa ke Belanda oleh Kolonel Jan-Baptist Cleerens (komando pasukan Belanda dalam Perang Jawa) setelah Perang Jawa berakhir.

Keris ini kemudian dihadiahkan kepada Raja Willem 1 sebagai tanda kemenangan Belanda atas Pangeran Diponegoro. Namun kemudian, keris tersebut diserahkan ke Koninklijk Kabinet van Zeidzaamhende (KKZ).

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU