> >

Jelang WSBK Kemarin, Banyak Anjing Mati di Sekitar Mandalika, Warga Duga Diracun

Peristiwa | 22 November 2021, 22:08 WIB
Seekor anjing peliharaan warga di sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB mati diracun jelang WSBK 2021. (Sumber: Kompas.com)

“Mereka dikasih makan telur yang diberi racun, besoknya kita temukan bangkai mereka,” tuturnya.

Budi Santoso, Kepala Pengamanan (Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengatakan, pihaknya tidak melakukan tindakan apapun untuk menangani hewan seperti sapi dan anjing yang masih ada di pemukiman warga.

Baca Juga: Hujan Deras Guyur Sirkuit Mandalika, ITDC: Genangan Air Surut dalam Waktu Singkat

Meski hal itu diakuinya sebagai ancaman bagi kelancaran balapan WSBK Indonesia 2021.

"Itu ancaman. Ancaman bisa kita hadapi. Untuk memperkecil ancaman itu, bisa kita hindari, kita kurangi, kita pindahkan atau mungkin dihadapi. Dan untuk sapi dan juga anjing, kita tidak melakukan apa-apa," jelas Budi.

Demi kelancaran WSBK Indonesia 2021, keberadaan anjing dan sapi dihindari dengan cara membuat pagar mengelilingi sirkuit.

Sementara itu, Corporate Comunication ITDC Ester Ginting menjelaskan, dalam pengembangan destinasi pariwisata yang dikelolanya, ITDC selalu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan.

ITDC juga berkomitmen untuk selalu menghormati hak masyarakat serta menjaga keberlangsungan kehidupan lingkungan sekitar. Ia mengatakan ITDC tidak meracun anjing-anjing peliharaan warga.

"Kami pastikan tidak pernah mengeluarkan kebijakan penanganan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku," ungkap Ester dikutip dari Kompas.com, Senin (22/11/2021).

"Kami memasang pagar yang rapat di sekeliling sirkuit agar anjing yang sudah dihalau tidak kembali masuk ke sirkuit," tutupnya.

Ester juga mengimbau, pemangku kepentingan tidak terpengaruh dengan isu tidak bertanggung jawab yang beredar tanpa disertai bukti yang kuat.

Baca Juga: Luhut: Dulu Mandalika Paling Tidak Populer, Sekarang Jadi Buah Bibir Sampai Mancanegara

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas.com


TERBARU