> >

Usaha Perkalengan Bertahan di Tengah Badai Covid-19

Berita daerah | 20 September 2021, 11:22 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Meski terasa berat namun pengrajin aluminium yang berada di pinggir sepanjang Sungai Banjir Kanal Timur, di Jalan Barito Desa Bunganan, Kota Semarang, terus berjuang untuk tetap bisa bertahan. Selain karena terdampak pandemi Covid-19, sebelumnya usaha mereka juga menurun akibat adanya penertiban normalisasi Banjir Kanal Timur.

Salah satu pengrajin aluminium yang masih bertahan adalah Pak Marino. Lelaki berusia 69 tahun ini dengan telaten masih mengerjakan aneka perabot rumah tangga dari aluminium, diantaranya dandang, loyang, tabung es, wajan, kotak surat dan kotak amal.

Bersama dengan karyawan dan anaknya, mereka tetap mempertahankan usaha kerajinan perkalengan dari aluminium, stainless, dan galvalum yang sudah lama ia geluti, meskipun di tengah kondisi tak menentu akibat pandemi.

Seiring dengan menurunnya angka covid di Jawa Tengah, pesanan mulai kembali mengalir. Meskipun demikian, dibandingkan dengan sebelum pandemi, omzetnya menurun sekitar 30 persen. Jika sebelum pandemi omzetnya bisa mencapai Rp 7 juta hingga Rp 15 juta perbulan, kini menurun menjadi jadi Rp 7 juta hingga Rp 10 juta per bulan.

"Ada pandemi omzet mengalami penurunan 30 persen. Pelanggan juga berkurang," ujar Marino.

Usaha Marino ini terselamatkan dengan adanya orderan dalam partai besar yang biasa dipesan oleh rumah makan dan katering, meskipun ia juga melayani eceran, namun dalam jumlah yang tak banyak. Pelanggan tak hanya berasal dari dalam Kota Semarang, namun juga dari luar kota seperti Demak, Ungaran, Ambarawa dan Gunung Pati.

#kotasemarang #pengrajinaluminium #covid-19

 

Penulis : KompasTV-Jateng

Sumber : Kompas TV Jateng


TERBARU