> >

Daftar Barang Ali Kalora yang Tewas Ditembak Satgas Madago Raya, Ada Senjata M-16 hingga Beras

Hukum | 19 September 2021, 21:57 WIB
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Rudy Sufahriadi (tengah) menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Mapolres Parigi Moutong di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (19/9/2021). (Sumber: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

PARIGI MOUTONG, KOMPAS.TV - Satuan tugas atau Satgas Madago Raya menembak mati pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (19/9/2021).

Selain Ali Kalora, Satgas Madago Raya juga menembak mati anggota MIT lainnya bernama Jaka Ramadhan. Dari tangan Ali Kalora, Satgas Madago Raya mengamankan sejumlah barang bukti.

Baca Juga: Satgas Madago Raya Buru Empat Anggota MIT, Kapolda Pastikan Tidak Ada Pengganti Ali Kalora

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Rudy Sufahriadi memperlihatkan 39 barang bukti milik Ali Kalora dan rekannya yang tewas saat baku tembak di wilayah Desa Astina, Kecamatan Torue.

"Semua barang bukti telah kami amankan," kata Rudy dalam konferensi persnya pada Minggu (19/9/2021).

Dari puluhan barang bukti itu, terdapat bahan peledak, termasuk senjata api laras panjang jenis M-16 lengkap dengan peluru dan perlengkapan pribadi kedua anggota MIT tersebut.

Baca Juga: Warga Poso Berharap Tak Ada Pihak-Pihak yang Memperkeruh Suasana Menyusul Tewasnya Ali Kalora

Adapun rinciannya terdiri atas senjata api laras panjang jenis M-16, hemolok, ransel, jaket, chestring, selimut, sarung, celana, senter kepala, benang lilit, belanga, dan daging (bekal).

Kemudian, kaus kaki, headset, kepala charger, gunting, baju kaus, sorban sarung, korek api disimpan dalam botol, tali pancing, slink, satu lilit tali jemuran kecil.

Berikutnya, karet ban, minyak tanah dalam botol, terpal, telepon seluler android, jam tangan milik Ali Kalora, serta bom tarik dan bom bakar.

Baca Juga: Cerita Warga Poso Hidup Berdampingan Sejak Lama, Bisa Rusak karena Ali Kalora cs

"Termasuk di dalamnya logistik berupa beras, garam dan obat-obatan peralatan makan muk air, toples kecil, botol minyak serta alat pertukangan gergaji, dua buah parang, antinyamuk, dan peralatan mandi," ucap Rudy.

Hingga kini, TNI-Polri masih memburu empat orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka diketahui merupakan sisa kelompok teroris Poso yang masih bersembunyi di hutan.

Pada operasi penumpasan kelompok yang mengatasnamakan MIT, sejumlah satuan yang tergabung dalam Satgas Madago Raya melakukan pengejaran terhadap Ali Kalora.

Baca Juga: Ali Kalora Tewas Ditembak, Warga Poso: Terima kasih Satgas Madago Raya

Adapun tim gabungan itu terdiri atas Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Batalyon Infanteri 714/Sintuwu Maroso Kabupaten Poso yang berada di bawah Komando Korem/123 Tadulako, Kodam XIII/Merdeka.

Berikutnya, Satuan Korps Brimob dan Detasemen Khusus 88 (Desus 88) Polri serta Batalyon Infanteri Para Raider 502/Ujwala Yudha.

"Apa pun bentuknya dan siapa pun berhasil dalam misi ini, tentunya ini merupakan operasi bersama dan satuan-satuan yang tergabung telah dibagi masing-masing sektor," kata Rudy yang juga selaku penanggung jawab Operasi Madago Raya.

Baca Juga: Jenazah Teroris MIT Poso Ali Kalora dan Anak Buahnya Diautopsi

 

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU