> >

Wagub DKI: Pasien Covid-19 di Lokasi Isolasi Terpusat Sudah Turun Drastis

Update | 4 Agustus 2021, 12:13 WIB
Resmi jadi tempat isolasi pasien tanpa gejala covid 19, Rusun Nagrak Cilincing terus berbenah. Sejumlah pekerja tengah mempersiapkan fasilitas kamar untuk antisipasi lonjakan pasien pada Rabu 23 Juni 2021. (Sumber: Raeka Singgar / KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, mengatakan jumlah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi di lokasi isolasi terpusat sudah menurun drastis. 

"Isolasi terpusat sekarang menurun drastis, jadi angkanya sudah turun jauh di bawah 40 persen," kata Riza di Jakarta, Selasa (3/8/2021) malam.

Namun, Riza mengaku belum dapat memastikan datanya secara persis. Tetapi, ia meyakini presentasenya berada di bawah 40 persen. 

"Saya belum tahu datanya. Persentase jauh di bawah 40 persen," kata Riza. 

Baca Juga: Graha Wisata Ragunan Diistirahatkan, Rusun Pasar Rumput Masih Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Sebelumnya diberitakan, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan JS Helmi, menyampaikan, sejumlah lokasi isolasi terkendali di DKI Jakarta diistirahatkan sementara menyusul tren penurunan jumlah kasus Covid-19 di Jakarta. 

“Saat ini ke Rusun Pasar Rumput. Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan dan Graha Wisata Ragunan sementara diistirahatkan. Bukannya sisa, tetapi yang digunakan” kata Helmi, Rabu (4/8/2021). 

Rusun Pasar Rumput kini menampung sebanyak 453 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

“Sekarang 453, jadi ada penurunan untuk yang kemarin ini aja yang pasien masuknya itu 40, pasien pulangnya 53, jadi antara pasien yang pulang dan masuk itu, banyak pasien pulangnya,” ujar Koordinator Operasional 1 Isolasi terpadu Pasar Rumput Lettu kes dr Dicky Budi Nur Cahya.

Baca Juga: Wagub DKI: 70 Persen Pasien Covid-19 Meninggal di RS, 30 Persen Meninggal saat Isolasi Mandiri

Menurut Riza, saat ini masih banyak warga Jakarta yang terpapar Covid-19 melakukan isolasi mandiri atau isoman.

Ia terus mengimbau agar warga yang masih isolasi mandiri di rumah masing-masing untuk pindah ke lokasi isolasi terpusat yang sudah disediakan. 

"Masih ada yang isoman. Kami minta masyarakat yang isoman di rumah masing-masing, lebih baik isolasi di tempat terpusat yang sudah disediakan supaya lebih mudah pengawasan dan kontrolnya," kata Riza. 

Riza memahami bahwa masyarakat yang melakukan isoman di rumah masing-masing tujuannya agar praktis dan tidak jauh dari anggota keluarga, tetapi ia tetap meminta agar masyarakat melakukan isolasi di lokasi terpusat agar mendapat fasilitas kesehatan yang lebih baik. 

"Masyarakat isoman di rumah kan maksudnya biar praktis, tidak jauh dari anggota keluarga, punya kamar (di rumah) yang dianggap memenuhi syarat, kami pahami, tapi kami minta masyarakat isoman di tempat isolasi terpusat," tegasnya. 

Riza juga mengatakan sebanyak 30 persen pasien Covid-19 meninggal ketika sedang isolasi mandiri, karena itulah masyarakat sebaiknya isolasi di lokasi isolasi terpusat yang disediakan pemerintah. 

Baca Juga: Respon Risma untuk Surat Gubernur Jakarta Anies yang Menyoal BST Telat Cair karena Ada Data Ganda

 

Penulis : Hasya Nindita Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU