> >

Ledakan Kasus Covid-19 di DIY, Sultan HB X Buka Peluang Lockdown

Update corona | 18 Juni 2021, 13:52 WIB
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X saat ditemui di Banhsal Kepatihan, Kota Yogyakarta, menjealskan soal 3 daerah muncul zona merah, Senin (3/4/2021). (Sumber: KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Ledakan kasus Covid-19 yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sepekan terakhir membuat Sultan HB X membuka peluang lockdown atau karantina wilayah. Menurut Gubernur DIY itu, lockdown menjadi satu-satunya jalan jika kasus Covid-19 terus melonjak dan sulit dikendalikan. 

"PPKM mikro sudah di tingkat RT/RW, kalau itu gagal, mobilitasnya seperti ini, ya mau apalagi, ya lockdown," ujar Sultan HB X, Jumat (18/6/2021).

Ia mengungkapkan pemangku kebijakan di tingkat kabupaten dan kota sudah membahas karantina di wilayah masing-masing. Sultan HB X juga berencana mengadakan rapat dengan Satgas Covid-19 tingkat kabupaten dan kota pada Senin mendatang. 

Baca Juga: Kasus Covid-19 Kembali Naik di Yogyakarta, Sri Sultan HB X Kembali Tegaskan: Corona Itu Nyata!

Dalam rapat itu, Sultan HB X akan memastikan kesanggupan kabupaten dan kota untuk ekstra mengetatkan masyarakat. Terlebih, selama ini dalam PPKM mikro, RT dan RW harus mengontrol.

"Kalau gagal arep ngopo maneh (Kalau gagal mau apa lagi)?" ucap Sultan HB X.

Ia menegaskan di dalam Instruksi Gubernur Nomoer 15 sudah jelas tercantum perihal penyelenggaraan aktivitas masyarakat harus seizin kapanewon (kecamatan) dan tidak cukup berhenti pada kepurusan kelurahan. 

Pertimbangan lockdown juga diambil mengingat Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit sudah mencapai 75 persen.

Sultan HB X tidak menampik analisis grafik penularan Covid-19 saat ini cenderung fluktuatif. Kondisi ini berbeda dengan awal kemunculan virus corona dan situasi seperti sekarang terjadi tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

Baca Juga: Demi Pertumbuhan Ekonomi, Sri Sultan HB X Minta Masyarakat Jangan Belanja ke Luar DIY

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU