> >

Terbongkar Oknum Guru Ngaji Cabuli Murid, Orang Tua Curiga Anaknya Pulang Ziarah Minta Dikawinkan

Kriminal | 7 April 2021, 10:52 WIB
Ilustrasi: korban pencabulan (Sumber: Shutterstock.)

GARUT, KOMPAS TV - Pria berinisial RS yang merupakan oknum guru ngaji di Kecamatan Cilawu, Garut, Jawa Barat, diduga mencabuli salah satu muridnya.

Aksi pria berusia 42 tahun itu terbongkar setelah orang tua korban curiga mendapati sikap anaknya berubah drastis.

Baca Juga: Seorang Kakek Tega Cabuli Cucu Hingga Meninggal Dunia, Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara

Tatang Supriatna, Kepala Dusun Ciomas, Desa Dangiang, mendapat laporan dari orang tua korban bahwa pelaku RS telah mencabuli salah satu muridnya.

“Orang tua korban datang langsung ke balai desa untuk melaporkan perbuatan RS kepada anaknya,” kata Tatang dikutip dari Kompas.com pada Rabu (7/4/2021).

Menurut Tatang, orang tua murid mencurigai sikap anaknya yang berubah drastis sepulang dari ziarah bersama guru ngajinya.

Baca Juga: Guru Ngaji Pacari Istri Tetangga dan Bunuh Suaminya, Terbongkar Saat Jenazah Korban Dimandikan

Perubahan sikap tersebut yakni korban menjadi malas mengaji. Bahkan, yang membuat kaget orang tuanya yaitu sang anak minta dikawinkan dengan guru ngajinya.

Mendengar permintaan tersebut, kata Tatang, orang tuanya langsung curiga dan menanyai alasan sang anak minta dikawinkan. Dari situlah, korban mengaku bahwa telah disetubuhi oleh guru ngajinya.

Warga yang mengetahui informasi pencabulan itu langsung menggeruduk bangunan yang dijadikan tempat mengaji oleh RS di Desa Dangiang, Kecamatan Cilawu dan membakarnya. 

Baca Juga: Polisi Gagalkan Pembuatan Narkotika di Rumah Guru Ngaji

Tatang mengatakan pembakaran tersebut bukan hanya dilakukan warga di dusunnya. Namun, oleh warga satu desa yang marah karena merasa lingkungannya dicemari oleh prilaku oknum guru mengaji tersebut.

Sementara pelaku, kata Tatang, adalah seorang pendatang di kampungnya. Saat itu, pelaku mendirikan tempat mengaji tanpa pemberitahuan kepada tokoh masyarakat atau pengurus lingkungan.

Selain itu, kemarahan warga tersebut menurut Tatang juga akumulasi kemarahan karena sebelumnya dugaan kasus serupa pernah terjadi di tempat mengaji tersebut. 

Baca Juga: Tiga Bulan Berlalu, Komnas Perempuan Pertanyakan Gerak Lamban Polisi Usut Kasus Lurah Cabul

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tatang ada murid yang mengaku diraba-raba oleh pelaku. Namun, warga tidak semarah seperti saat ini.

Tatang menuturkan, dari informasi warga murid yang mengaji di tempat RS berjumlah 20 orang. Dari jumlah tersebut, 19 orang di antaranya adalah perempuan. 

Baca Juga: Komnas Perempuan Protes Tersangka Pencabulan Anak Bisa Jadi Plt Bupati Buton Utara

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU