> >

Sedih Lihat Para Miliarder Tuban Borong Mobil, Pertamina Rosneft Turun Tangan

Sosial | 20 Februari 2021, 01:00 WIB
Foto sejumlah warga miliarder Tuban yang ramai-ramai membeli mobil baru setelah menjual tanah ke PT Pertamina Rosneft. (Sumber: Tribunnews/Istimewa)

TUBAN, KOMPAS.TV - PT Pertamina Rosneft akan turun tangan memberdayakan warga desa di Tuban yang mendadak menjadi miliarder.

Langkah ini dilakukan sebagai tanggung jawab sosial PT Pertamina Rosneft terhadap warga yang telah mendapatkan ganti rugi lahannya yang akan dipakai untuk pembangunan kilang minyak.

Presiden Direktur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia, Kadek Ambara Jaya, mengaku sedih dengan cara warga desa menggunakan uang ganti rugi lahannya.

Kadek menilai cara warga desa dengan memborong mobil atau barang mewah lainnya tidak tepat.

Kadek khawatir para warga desa itu terancam miski kembali karena tidak bisa mengelola uang dengan baik.

"Kalau ini terjadi, saya yang salah, karena tidak mengawal dan mendampingi mereka," kata Kadek, Rabu (17/2/2021) lalu, dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Tetangga Jadi Miliarder Tuban, Tarsimah Masih Hidup dari Bantuan Sosial Pemerintah

Oleh karena itu, PT Pertamina Rosneft akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan riset dan pemetaan kondisi warga.

"Kami akan gandeng tim riset dari Lembaga Antropologi untuk Riset dan Analisa dalam rangka membangun cetak biru CSR (corporate social responsibility) perusahaan berbasis kearifan lokal," ujar Kadek.

Dengan CSR ini PT Pertamina Rosneft akan mengajak warga berbagi pekerjaan padat karya sebagai upaya BUMN hadir untuk negeri.

Namun sebelum melibatkan warga, perusahaan akan memberikan pembinaan dan pelatihan. Sehingga warga memiliki skill yang baik.

Warga sekitar, khususnya para penggarap lahan, diharapkan dapat bergabung dan mendapatkan pekerjaan melalui program padat karya tersebut.

Seperti telah diberitakan, sebanyak 225 kepala keluarga menjual tanah ke Pertamina karena lahannya akan digunakan sebagai lokasi pengolahan kilang minyak.

Dari penjualan tersebut, rata-rata warga mendapatkan Rp8 miliar. Bahkan ada yang mendapatkan Rp26 miliar.

Alhasil dari penjualan tersebut, warga pun memborong mobil. Ada warga yang membeli 2-3 mobil. Tercatat sebanyak 176 mobil telah dibeli para warga.

Aksi borong mobil itu pun viral di media sosial. Dalam video tersebut, belasan truk towing pembawa mobil antre menuju jalan desa.

Baca Juga: Warga Tuban Borong Mobil, Aparat TNI & Polri Jadi Siaga 24 Jam

 

Penulis : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU