Kompas TV regional sosial

Tetangga Jadi Miliarder Tuban, Tarsimah Masih Hidup dari Bantuan Sosial Pemerintah

Jumat, 19 Februari 2021 | 21:50 WIB
tetangga-jadi-miliarder-tuban-tarsimah-masih-hidup-dari-bantuan-sosial-pemerintah
Tarsimah tidak bernasib sama dengan tetangganya yang menjadi miliarder Tuban. (Sumber: Tribunnews)

TUBAN, KOMPAS.TV - Sebanyak 225 warga Tuban mendadak menjadi miliarder setelah Pertamina membeli lahan mereka sebagai ganti rugi proyek pengolahan minyak.

Namun di antara warga yang menjadi miliarder, ada warga yang tidak bernasib sama. Dia adalah Tarsimah.

Di saat tetangganya mendapatkan "durian runtuh", Tarsimah gigit jari. Pasalnya, dia salah satu dari banyak warga lainnya yang tidak memiliki tanah yang bisa dibeli oleh Pertamina sebagai ganti rugi.

"Melihat tetangga pada jual tanah ya saya tidak bisa apa-apa. Tidak dapat apa-apa saya. Ya hanya lihat orang yang jual tanah saja pada senang," kata Tarsimah saat ditemui di rumahnya, Jumat (19/2/2021), dikutip dari Tribunnews.

Tarsimah mengakui, dia tidak punya lahan. "Tidak punya tanah. Ya hanya rumah ini," katanya.

Jangankan lahan, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya saja Tarsimah mengaku masih mengandalkan bantuan sosial dari pemerintah.

Dinding rumahnya tertempel stiker penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Saya dan suami sudah tidak kerja, dapat bantuan dari pemerintah," tuturnya.

Baca Juga: Warga Tuban Borong Mobil, Aparat TNI & Polri Jadi Siaga 24 Jam

Dituturkannya, suaminya, Parman (70), kini mengalami sakit dan tidak bisa berjalan. Kondisi itu membuatnya harus tetap bertahan dengan segala keterbatasan.

Penulis : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:02
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19