> >

Jokowi Bagi-bagi Uang Rp 2,4 Juta Per Pedagang: Jangan Buat Beli Handphone atau Cicil Motor

Peristiwa | 2 Oktober 2020, 07:16 WIB
Presiden Jokowi berpidato di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB (Sumber: YOUTUBE/SEKRETARIAT PRESIDEN)

LABUAN BAJO, KOMPAS TV - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membagi-bagikan bantuan berupa uang tunai kepada pelaku usaha mikro dan kecil atau pedagang sebesar Rp 2,4 juta per orang.

Bantuan tersebut dibagikan pada Kamis (1/10/2020) ke pedagang yang berasal dari Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur melalui program bantuan modal kerja.

Jokowi menyampaikan harapannya kepada para penerima bantuan yang hadir di lokasi penyerahan di sekitar terminal multifungsi Labuan Bajo agar menggunakan sebaik mungkin bantuan tersebut sesuai peruntukannya.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Kondisi Sekarang Serba Sulit, Kita Semua Harus Kerja Keras!

"Pertahankan usaha yang sudah ada, jangan sampai tutup. Ini bantuan modal kerja, bukan untuk hal-hal yang konsumtif seperti beli handphone atau mencicil sepeda motor," kata Jokowi dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (2/10/2020).

"Kapan-kapan saya mampir ke tempat bapak dan ibu sekalian, oh usahanya sudah berkembang. Ini yang kita inginkan."

Kepala Negara juga berharap bantuan modal kerja sebesar Rp2,4 juta tersebut nantinya dapat meringankan beban usaha para pelaku yang memang mengalami penurunan keuntungan atau omzet.

Meski demikian, para pelaku usaha tersebut diminta Jokowi untuk tidak mengendurkan semangat dan tetap bekerja keras hingga keadaan kembali normal.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 akan Berakhir Setelah 180 Juta Orang Divaksin

"Kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap semangat. Jangan sampai semangat kerja kita jadi kendur," kata Jokowi.

"Posisi seperti ini semangat kerjanya ditingkatkan sehingga nanti pada saat kondisi sudah normal, kita siap memasuki dunia normal kembali."

Menurut Presiden, di saat situasi berangsur normal kembali, yakni ketika vaksin Covid-19 telah ditemukan dan disuntikkan kepada masyarakat, maka perlahan usaha-usaha yang digeluti para pelaku usaha mikro dan kecil tersebut juga akan bergeliat kembali.

"Toko-toko Ibu akan mulai kedatangan pembeli sebanyak pada saat sebelum kita pandemi atau mungkin lebih baik," tuturnya.

Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila, Jokowi: Ujian Tak Alang-Kepalang Pandemi Covid-19

Untuk diketahui, penyerahan bantuan modal kerja tersebut digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan mencegah kerumunan yang terlalu banyak.

Para penerima bantuan tersebut juga telah melalui proses pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki lokasi penyerahan.

Rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur diakhiri dengan peninjauan perkembangan penataan kawasan Puncak Waringin.

Lokasi tersebut sebelumnya pernah dikunjungi Presiden pada awal tahun ini di mana proses pengerjaan penataan kawasan tersebut kini telah mencapai 65 persen.

Baca Juga: Sandiaga Uno Jadi Juru Kampanye Gibran-Teguh di Pilkada Solo, Disebut Ada Lobi Jokowi

Kepala Negara beserta rombongan terbatas kemudian beranjak menuju Bandar Udara Komodo, Manggarai Barat, untuk bertolak menuju Jakarta.

Sepanjang perjalanan dari kawasan Puncak Waringin, Presiden Joko Widodo tampak membagikan sembako ke masyarakat yang berada di sekitar jalur perlintasan kendaraan.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut ialah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat.

Baca Juga: Pemerintah Kejar Target Serapan Bantuan Hingga Rp 100 Triliun

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU