> >

Bus Timnas Thailand Diserang, Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Lontarkan Kecaman dan Minta Maaf

Sepak bola | 29 Desember 2022, 22:53 WIB
Bus Timnas Thailand dengan kaca yang terlihat retak dan pecah sebelum pertandingan melawan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2022, Kamis (29/12/2022). (Sumber: Twitter @TL_Central)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) mengecam terjadinya aksi pelemparan terhadap bus yang ditumpangi para pemain Timnas Thailand jelang menghadapi Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2022 di ajang Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (29/12/2022) sore tadi. 

Ketua Umum PSTI Ignatius Indro menilai, pelemparan tersebut menunjukan ketidakdewasaan para suporter kita, terutama dalam menghadapi rivalitas dengan tim lawan. 

Ia pun meminta maaf kepada para pemain Timnas Thailand dan masyarakat sepak bola Thailand atas kejadian ini. 

"Pertama-tama kami mohon maaf kepada Timnas dan masyarakat sepak bola Thailand atas kejadian ini, dan kami mengecam kejadian yang dilakukan oleh oknum-oknum suporter yang menunjukkan tindakan yang jauh dari tindakan sportivitas," ucap Indro dalam rilis yang diterima Kompas TV

Indro juga menambahkan, kejadian pelemparan terhadap bus Timnas Thailand ini menunjukkan masih kurangnya edukasi terhadap suporter hingga akar rumput serta proses transformasi sepak bola Indonesia yang belum berjalan. 

"Biasanya suporter Timnas Indonesia adalah suporter yang tertib, tapi hari ini berperilaku memalukan," lanjutnya.

"Ini menunjukan transformasi sepak bola Indonesia belum berjalan terutama bagaimana melakukan edukasi suporter hingga ke akar rumput. Padahal kita telah memiliki Undang-Undang Keolahragaan yang di dalamnya juga mengatur tentang suporter."

Baca Juga: Beredar Video di Twitter, Perjalanan ke GBK, Bus Timnas Thailand Dikerumuni Suporter, Kaca Bus Retak

"Untuk itu saya mendesak Menpora untuk segera membuat aturan turunan hingga bisa memaksa seluruh stake holder melakukan edukasi," ujar Indro. 

Terakhir, Indro juga meminta perubahan harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU