> >

Pengakuan Novak Djokovic: Pilih Kehilangan Trofi Grand Slam daripada Diwajibkan Vaksin Covid-19

Kompas sport | 15 Februari 2022, 18:36 WIB
Petenis Serbia Novak Djokovic saat merayakan kemenangannya atas petenis Italia Matteo Berrettini pada final tunggal putra pada hari ketiga belas Kejuaraan Tenis Wimbledon di London, Minggu, 11 Juli 2021. Djokovic mengaku pilih absen dari Grand Slam dibanding diwajibkan vaksin Covid-19. (Sumber: AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

“Ya, jika itu (tidak ikut Grand Slam) adalah harganya, saya mau saja membayar,” katanya.

Djokovic sendiri telah meraih 20 titel Grand Slam sepanjang kariernya. Di nomor tunggal putra, hanya Rafael Nadal yang memenangi trofi lebih banyak (21).

Apabila Djokovic melewatkan turnamen, ia kehilangan kans untuk mengkudeta Nadal sebagai petenis tunggal putra tersukses.

Menurut pengakuannya, ia rela membiarkan Nadal mengukir sejarah jika kewajiban vaksin Covid-19 masih disyaratkan.

“Prinsip kebebasan mengambil keputusan terhadap tubuh saya sendiri lebih penting dibanding trofi atau apa pun. Saya mencoba selaras dengan tubuh saya sebisa mungkin,” kata Djokovic.

Meskipun demikian, Djokovic tak menampik kemungkinan bahwa ia pada akhirnya akan mau divaksin Covid-19.

“Saya tidak menentang vaksinasi. Saya paham bahwa, secara global, semua orang berusaha keras menangani virus ini dan, semoga, melihat akhir yang sudah dekat bagi virus ini,” pungkas sang petenis.

Baca Juga: Penulis Biografi Novak Djokovic Klaim sang Petenis akan Suntik Vaksin Covid-19

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/BBC


TERBARU