> >

Dyan Dilato Resmi Mundur dari MGPA, Rio Sarwono: Baiknya Pilih Personel Kapabel di Bidang Balap

Kompas sport | 16 November 2021, 16:48 WIB
Mantan Direktur Sirkuit Sentul Rio Sarwono menyatakan keprihatinannya soal penundaan helatan balapan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) yang akan berlangsung di Sirkuit Jalan Internasional Pertamina Mandalika pada Minggu (14/11/2021) resmi ditunda pekan depan. (Sumber: Instagram/@Rio_Sarwono)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Direktur Operasional Sirkuit Sentul Rio Sarwono menyebut mundurnya Dyan Dilato sebagai Kepala Divisi Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA) per hari ini, Selasa (16/11/2021) dapat dijadikan sebuah catatan bagi manajemen di Sirkuit Mandalika.

Rio menggarisbawahi hal yang bisa menjadi perhatian khusus adalah soal memilih personel yang perlu memiliki kapabilitas di bidang balap untuk terlibat di dalamnya.

Terlebih, Sirkuit Mandalika ini dibangun dengan bersumber dari dana Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN).

"Agar ajang balap di Mandalika bisa berjalan lancar, sebaiknya Manajemen Mandalika ke depannya memilih personel-personel yang kapabel di bidang Balap. Jangan asal like and dislike, sebab Sirkuit Mandalika itu dibangun dengan mengunakan dana APBN, jadi harus dipertanggung jawabkan kepada Negara dan Rakyat," kata Rio kepada KOMPAS.TV dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (16/11).

Diketahui, Dyan Dilato dinyatakan mundur dari jabatannya usai memberikan pernyataan bahwa marshall di Sirkuit Mandalika tidak profesional, bukannya bertugas tetapi justru menonton balapan.

Bahkan, akibat belum siapnya marshall ajang balapan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) jadi mundur. Harusnya digelar mulai 14 November mundur menjadi 19-21 November.

Baca Juga: Blak-blakan Soal Penundaan Balapan IATC, Rio Sarwono: Kami Bantu Doa Saja

Sebelum Dyan resmi mundur, Rio yang juga pernah terlibat dalam penyelenggaraan GP Indonesia pada 1996 dan 1997 serta Superbike (WSBK) pada 1994-1997 menyebut, seharusnya jika persoalan berkaitan dengan SDM yang belum terlatih, hal tersebut harus diantisipasi oleh Manajemen Sirkuit Mandalika.

Artinya, manajemen Mandalika yang harus melatih terlebih dahulu para marshall, sebelum kemudian ditugaskan saat helatan balapan.

"Nah, kalau memang SDM-nya belum dilatih, jangan salahkan SDM-nya dong. Salahkan manajemen yang belum melatih mereka," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan KOMPAS TV, Kepala Divisi Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Dyan Dilato dikonfirmasi mundur setelah menghina marshall Sirkuit Mandalika.

Seperti diketahui, ajang Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2021 yang harusnya bergulir pada pekan lalu, ditangguhkan oleh FIM, karena alasan kurangnya jumlah marshall atau petugas lintasan yang tersedia.

Dyan Dilato mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut para marshall tidak profesional. Para marshall itu disebut Dyan tidak bertugas, tetapi malah menonton balapan.

Pernyataan tersebut menuai perdebatan. Di Twitter misalnya, akun @Kania_Pandhora menyebutkan bahwa adiknya tidak mendapat makan atau minum dari penyelenggara.

Atas hinaannya tersebut, Dyan Dilan memutuskan mengundurkan diri sebagai Kepala Operasional MGPA per hari Senin (15/11) kemarin. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Utama MGPA, Ricky Baheramsjah.

Baca Juga: Hina Marshall Sirkuit Mandalika, Dyan Dilato Resmi Mundur dari MGPA

"Kami atas nama perusahaan penyelenggara mohon maaf atas perkataan beliau yang menyakiti hati masyarakat NTB terutama tim marshal," kata Direktur Utama MGPA, Ricky Baheramsja, dikutip dari MotorPlus-online.com.

"Kami paham bahwa menghina dan apapun yang terjadi di lapangan bukanlah hal yang profesional."

"Maka dari itu, beliau secara resmi telah mengundurkan diri dari MGPA. Kedepannya segala sesuatu yang dilakukan beliau tidak lagi menjadi tanggung jawab MGPA. Sudah lebih dari dua dekade, negara kita tidak menggelar event balap motor berkelas Internasional."

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU