> >

Kalimat Terakhir Maradona: Saya Tidak Enak Badan

Kompas sport | 26 November 2020, 07:52 WIB
Salah satu foto terakhir Maradona, yang diambil setelah dia menjalani operasi karena pembekuan darah di otak beberapa minggu lalu. (Sumber: Diego Maradona Press Office/AFP)

“Tidak ada tanda-tanda kriminalitas atau kekerasan yang terdeteksi. Otopsi sedang dilakukan untuk menentukan dengan pasti penyebab kematian. Tetapi pada tahap ini, kami dapat mengatakan bahwa semuanya mengarah pada penyebab alami,” tambah Broyad.

Sebuah mobil jenazah kemudian membawa jasad Maradona ke kantor pemeriksa medis. Para penggemar berbaris di jalanan yang dilewati mobil jenazah Maradona, untuk memberi salam terakhir padanya.

Kabar kematiannya menyebar dengan cepat ke seluruh negeri. Presiden Argentina menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari untuk mengenang dan menghormati jasa Maradona.

Baca Juga: Maradona Meninggal, Pele: Saya Kehilangan Teman Baik

Jam-jam terakhir dalam kehidupan mantan bintang Napoli dan Barcelona itu diputar di media Argentina pada Rabu malam. Dalam saat yang bersamaan, otopsi sedang dilakukan pada jenazahnya.

Seperti dikutip dari Daily Mail, otopsi menunjukkan Maradona meninggal karena serangan jantung yang berat.

Jenazah Maradona dijadwalkan akan dibawa ke rumah presiden Argentina, Casa Rosada, di kota Olivos untuk dapat dilihat secara pribadi pada Kamis (26/11/2020) pagi.

Ribuan penggemar masih turun ke jalan-jalan di Argentina hari ini. Sebagian dari mareka datang ke klub sepakbola yang dikelola Maradona sejak September tahun lalu, yaitu Club de Gimnasia y Esgrima La Plata di Buenos Aires.

Mereka memasang spanduk bergambar wajah sang legenda yang dilukis bersama ibunya, Dalma Salvadora Franco.

Tidak hanya di Argentina, duka mendalam pun dirasakan masyarakat di Napoli, Italia. Ribuan pelayat turun ke jalan di kota Napoli, tempat Maradona pernah mendedikasikan karir sepakbolanya.

Stadion di seluruh Eropa terdiam menjelang pertandingan Liga Champions pada Rabu malam. Dunia berduka karena kehilangan sang legenda.

Penulis : Tussie-Ayu

Sumber : Kompas TV


TERBARU