> >

Detik-detik Prajurit TNI Tewas Diserang Pemberontak di Kongo, Tertinggal Saat Diberondong Peluru

Berita kompas tv | 27 Juni 2020, 01:03 WIB
Prajurit TNI AD Denpal 1/4 Pekanbaru, Serma Rama Wahyudi yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di dekat Kota Beni, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, Senin (22/6/2020) malam waktu setempat. (Sumber: Puspen TNI)

Di saat suasana genting, beruntungnya tentara Malawi mengerti bahasa lokal dan bisa membuka kendaraan tempur APC.

"Kalau mereka menggunakan bahasa Inggris kemungkinan tidak bisa dibuka. Jadi, APC berhasil dibuka, masuk ke dalamnya. Setelah dihitung, ternyata masih ada ketinggalan, yakni Serma Rama," ujarnya.

Kemudian, prajurit TNI berteriak dan meminta agar Serma Rama dijemput. Sebab, ketika terjadi serangan Serma Rama tak bisa melarikan diri karena terkena tembak.

Baca Juga: Duka Keluarga Serma Rama Wahyudi, Prajurit TNI yang Gugur di Kongo

"Anggota kita minta tolong kepada team leadernya Malawi supaya dijemput kembali. Dalam waktu 10 menit Sersan Mayor Rama Wahyudi sudah tidak sadarkan diri," kata Victor.

Kelompok milisi kemudian merampok seluruh perlengkapan perorangan mulai dari senjata, vest jaket, dan helm. 

“Alat pengamannya diambil semuanya oleh milisi,” katanya.

Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco, Letkol Czi M P Sibuea, sebelumnya mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB).

Logistik itu diketahui diperuntukkan bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan jembatan Halulu sebagai sarana pendukung masyarakat setempat.

Baca Juga: Prajurit TNI Gugur di Kongo, Jenderal Andika: 1 Lainnya Terluka, Mudah-mudahan Masih Ada Harapan

"Namun, ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), terjadi pengadangan yang disertai dengan dihujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo," kata Sibuea.

Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU