> >

Anies Dapat Dukungan dari Purnawirawan TNI-Polri, Ada Mantan Kepala BIN dan Eks Danjen Kopassus

Politik | 7 Oktober 2023, 06:30 WIB
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan mendapat dukungan dari Purnawirawan TNI-Polri yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri untuk Perubahan dan Persatuan (FKP3), Jumat (6/10/2023). (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan mendapat dukungan dari Purnawirawan TNI-Polri yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri untuk Perubahan dan Persatuan (FKP3).

Para purnawirawan jenderal TNI-Polri itu datang langsung ke rumah Anies di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan untuk menyatakan dukungan kepada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.

Anggota FKP3 Letjen TNI (Purn) Sutiyoso menjelaskan dukungan pihaknya kepada Anies tidak terlepas dari rekam jejak Anies saat memimpin DKI Jakarta. 

Sutiyoso yang juga pernah menjadi gubernur DKI tahu betul apa saja yang sudah dilakukan Anies dalam mengelola dan memperbaiki permasalahan di Ibu Kota. 

"Semua capres itu kita harus tahu track record-nya. Apa yang pernah dikerjakan, dia punya success story enggak ketika menjabat. Sehingga kita yakin karena dia mengurus sesuatu yang tidak mudah bagi Indonesia. Kita harus yakin dia mumpuni, dia sanggup, dan amat yakin dia sanggup," ujar Sutiyoso usai pertemuan dengan Anies, Jumat (6/10/2023).

Baca Juga: Anies Baswedan Bertemu Purnawirawan TNI-Polri di Kediamannya, Ini yang Dibahas

Lebih lanjut Sutiyoso juga mengapresiasi visi perubahan yang akan dibawa Anies dalam Pilpres 2024.

Menurutnya visi perubahan yang diusung Anies bukan berarti mengeliminasi semua program baik yang dibuat oleh pemerintah sebelumnya.

Mantan kepala BIN ini menilai Anies dan Muhaimin pastinya sudah mempelajari apa saja yang perlu diperbaiki atau diubah untuk kemajuan bangsa. Hal ini pernah dilihatnya saat Anies menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. 

"Justru kalau baik enggak dilanjutkan itu digebukin banyak orang dia kan. Jadi jangan merasa kalau perubahan itu apapun diubah, tidak. Tapi kalau kita menilai sesuatu itu memang pantas dilanjutkan, kita lanjutkan," ujar Sutiyoso.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU