> >

Panglima TNI dan Kapolri Ajak Publik Jaga Persatuan, Terutama Jelang Pemilu 2024

Peristiwa | 30 Mei 2023, 06:00 WIB

 

Foto Ilustrasi. Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono saat menerima paparan Revisi UU Nomor 34 Tahun 2004, di Mabes TNI, Cilangkap, Jumat (28/4/2023). (Sumber: Puspen TNI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Laksamana Yudo Margono dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit mengajak masyarakat menjaga persatuan, terutama jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Pesan tersebut disampaikan dalam orasi kebangsaan di puncak acara Dies Natalis ke-65 Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) di Kampus Universitas Atmajaya, Jakarta, Minggu (28/5/2023) malam. 

Orasi Panglima TNI berjudul Menjunjung Martabat Kemanusiaan dan Kesetaraan dalam Perspektif Pertahanan dan Keamanan serta Situasi Kondisi Kekinian dan Pemikiran ke Depan itu dibacakan oleh Asisten Territorial TNI Mayor Jenderal Mochamad Syafei Kasno.

“Salah satu tugas kita sebagai anak bangsa adalah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta keutuhan berbangsa dan bernegara,” ujar Yudo.

Yudo mengingatkan agar bangsa Indonesia tak mudah terpancing dan terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan. 

“Sejarah membuktikan bahwa bangsa kita yang besar tidak pernah takut dengan ancaman bangsa lain. Yang kita takuti justru musuh dari dalam negeri, yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan,” ujar Mayjen Syafei mewakili Panglima TNI.

Baca Juga: Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Tegaskan 4 Pegawai BTS di Papua Tidak Disandera oleh KKB

Senada, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui orasinya, yang dibacakan oleh Kepala Divisi Hukum Polri Inspektur Jenderal Viktor Theodorus Sihombing, juga mengingatkan tentang persatuan bangsa, terutama menjelang Pemilu 2024.

Kapolri menyebut, polarisasi dampak Pemilu 2019 diprediksi masih akan terjadi pada Pemilu 2024. Hal itu akibat dari perbedaan pandangan dan pilihan yang mengarah kepada sentimen-sentimen terhadap kelompok tertentu.

“Jadi, kalau kita lihat di medsos, kita masih dapat merasakan dampak dari pada pemilu-pemilu sebelumnya adanya polarisasi ini. Kita bisa membayangkan kalau kita tidak menyiapkan diri, tidak menyiapkan kualitas dengan baik. Bagaimana proses kita nanti memilih pemimpin kita dengan situasi dampak pemilu yang sebelumnya itu,” kata Viktor mewakili Kapolri.

Dia berharap, dalam proses pemilihan pimpinan nanti, pemilihan digelar berdasarkan konteks pada ide-ide kemajuan bangsa. 

“Kita tidak mengharapkan lagi memilih para pemimpin kita dengan memberikan hal-hal yang negatif,” katanya.

Baca Juga: Hasil Pertemuan Elite PDIP dan PPP, Puan Ungkap Kesepakatan Menangkan Ganjar dan Pileg 2024

Selain orasi Kapolri dan Panglima TNI, puncak acara Dies Natalis ke-65 ISKA itu juga menghadirkan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto yang membawakan orasi berjudul Kompetisi Hegemoni, Pancasila, dan Indonesia 2045.

Andi mengatakan, Pancasila bisa menjadi benteng bagi Indonesia dalam menghadapi pertarungan global. 

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU