> >

Lucky Hakim: Jabatan Saya Wakil Bupati, Bukan Tukang Tunggu Pintu atau Tukang Catat

Politik | 15 Februari 2023, 19:48 WIB
Lucky Hakim Tinggalkan Dunia Hiburan untuk Jadi Wakil Bupati Indramayu (Sumber: KOMPAS.com/VINCENTIUS MARIO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Artis cum politisi Lucky Hakim menjelaskan sejumlah kendala dalam menjalankan 99 Program Nina-Lucky, program yang dijanjikan saat dia menyalonkan diri sebagai Wakil Bupati Indramayu.

Lucky Hakim bercerita, kerap turun ke lapangan untuk memantau  progres program tersebut. Tidak sedikit masyarakat yang menagih janji-janji tersebut. Namun, Lucky Hakim hanya bisa melaporkan keluhan masyarakat ke Bupati Indramayu Nina Agustina.

“Karena kan saya nggak bisa memanggil kepalanya, langsung beresin, tanda tangan. Itu tidak bisa, secara aturan tidak begitu, harus bupatinya,” ujar Lucky Hakim, Rabu (15/2/2023), sebagaimana dikutip dari Kompas.com Live.

Baca Juga: Mundur dari Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim: 99 Program Kampanye Tak Terealisasi

Pada suatu titik, Lucky tidak memiliki fasilitas ajudan atau asisten pribadi. Lucky merasa kewalahan dalam mencatat keluhan dari masyarakat. Pasalnya, ajudan, asisten pribadi, dan protokoler merupakan salah satu alat yang membantunya bekerja.

“Lalu ketika saya masuk kantor, kantornya nggak ada orang, saya masuk ke dalam, di luar banyak tamu, lah saya kan nggak tahu kalau di luar ada tamu atau nggak. Saya duduk di dalam ruangan, saya nggak mungkin jaga pintu depan,” cerita Lucky.

“Saya disumpah pakai Al-Quran bahwa akan melaksanakan jabatan sebaik-baiknya. Jabatan saya adalah sebagai Wakil Bupati, bukan tukang tunggu pintu, bukan tukang catat,” sambungnya. 

Pria 43 tahun itu menjelaskan bahwa masalah ini sudah disampaikan saat rapat dengan DPRD Indramayu, tetapi hasilnya nihil.

Baca Juga: Lucky Hakim Mundur dari Wakil Bupati Indramayu berdalih Merasa Seperti Makan Gaji Buta

Pada akhirnya, Lucky Hakim merasa tak dapat mengemban amanah dari masyarakat. Dia juga menyinggung 99 Program Nina-Lucky yang dijadikan janji saat kampanye tak ada yang terealisasi.

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU