> >

Pelanggaran Anggota Polri Jadi Sorotan, IPW Pertanyakan Komitmen "Potong Kepala" Kapolri Listyo

Politik | 5 Februari 2023, 08:05 WIB
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyebut banyaknya anggota polisi terseret kasus yang melibatkan Ferdy Sambo dinilai merupakan bentuk relasi kuasa. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Maraknya kasus pelanggaran anggota Polri belakangan ini membuat Indonesia Police Watch (IPW) mempertanyakan pernyataan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo soal "potong kepala" 

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengungkapkan, pernyataan Kapolri Listyo yang mengutip pribahasa ikan busuk di kepala pada Oktober 2021 itu seakan menghilang. 

Ia juga menilai Jenderal Listyo Sigit sudah tidak setegas dulu saat pertama dilantik. Sebab memasuki tahun 2022 hingga 2023 sikap tegas "potong kepala" yang tidak becus membina anak buah tidak berlaku lagi.

Hal tersebut dapat dilihat dari maraknya kasus pelanggaran anggota Polri yang terjadi belakangan ini. 

Baca Juga: Kapolda Metro Tidak Hanya ‘Potong Kepala’ Namun ‘Blender Kepala’ Pada Polisi Nakal

Mulai kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo, kasus narkoba Irjen Teddy Minahasa hingga teranyar kasus Kompol D yang membawa istri siri saat penyidikan kasus Wowon Cs di Cianjur.

Menurut Sugeng jika semangat presisi kebijakan "potong kepala" Jenderal Listyo Sigit turun maka sulit untuk mengembalikan citra Polri yang kadung rusak.

"Ya bertindak tegas lagi lah seperti dinyatakan tahun 2021 kalau ada anggota Polri yang menyakiti hati masyarakat tindak. Kalau tidak ditindak atasannya maka atasannya akan dicopot," ujar Sugeng saat dikonfirmasi, Sabtu (4/2/2023).

Adapun pernyataan tegas Listyo soal "potong kepala" disampaikan saat penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61, dan Sespimma Polri angkatan ke-66 di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).

Baca Juga: Kapolri: Ikan Busuk Mulai dari Kepala, Maksudnya Begini,,,

Saat itu memberikan pepatah ikan busuk mulai dari kepala. Jika pemimpinnya bermasalah, bawahannya akan bermasalah juga.

Pimpinan, kata Kapolri saat itu, harus jadi teladan sehingga bawahannya akan meneladani. 

"Karena kita tidak mungkin diikuti kalau kita tidak memulai yang baik, kita tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan, harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri. Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah," ujar Listyo Sigit. 

Ia menyatakan sanksi tegas akan diberikan kepada seluruh personel yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, atau melanggar aturan yang ada. 

Bahkan, dirinya tak ragu untuk menindak tegas pimpinannya apabila tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya apabila ke depannya masih melanggar aturan.

"Namun terhadap anggota yang melakukan kesalahan dan berdampak kepada organisasi, jangan ragu melakukan tindakan. Kalau tak mampu membersihkan ekor, kepalanya akan saya potong. Ini semua untuk kebaikan organisasi yang susah payah berjuang. Menjadi teladan, pelayan dan pahami setiap masalah dan suara masyarakat, agar kita bisa ambil kebijakan yang sesuai," jelas Jenderal Listyo Sigit.

 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU