> >

PKB Klaim Paling Beres Menuju Pilpres 2024, Urusan Capres Diurus Prabowo-Cak Imin

Rumah pemilu | 3 Februari 2023, 10:18 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tiba sekretariat bersama (Sekber) pada Senin (23/1/2023). (Sumber: Fadel Prayoga/Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Waketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menyebutkan, pihaknya bersama Gerindra merupakan koalisi partai politik (parpol) paling beres dan sejuk menuju Pilpres 2024. 

Jazilul menyebut sejumlah bukti, mulai dari komunikasi antar partai, serta pembuatan sekretriat bersama (Sekber) yang diklaim selangkah lebih maju dibanding partai parpol lain.

Untuk urusan Capres dan Cawapres di Pilpres 2024, katanya, sudah diurus oleh antara dua ketum, yakni Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. 

Maka dari itu, PKB dan Gerindra terbuka untuk parpol lain bergabung sebab klaim pihaknya paling sejuk di tengah panas isu koalisi belakangan ini. 

“Tiap langkah pasti ada hitungannya. Sepanjang ini kami koalisi PKB-Gerindra terus komunikasi. Kami tetap komitmen untuk buka yang lain gabung koalisi," jelas Jazilul, Jumat (3/1/2023) di Sapa Pagi Kompas TV

Ia lantas menunjukkan, di PKB-Gerindra sudah ada kesepakatan-kesepakatan secara tertulis antara mereka dan itu disebutnya sebuah langkah maju. 

"Capres dan cawapres diputuskan oleh Prabowo cak imin. Tapi langkah kita ini masih terbuka, termasuk juga di internal kita sudah ada kesepakatan-kesepakatan," jelasnya. 

"Langkah kami lebih maju, kami buat sekber. Nasdem juga hadir di kami (kunjungi Sekber) dan ini bagian menyejukkan politik disebut hangat hari ini," sambungnya. 

Baca Juga: Eks Kabareskrim Susno Duadji Gabung PKB, Siap Jadi Caleg DPR RI

Ketika  mengomentari soal kunjungan Surya Paloh ke Golkar, serta bakal calon pres Nasdem, Jazilul menyebut itu bukan kewenangannya. 

"Nah, soal itu (Surya Paloh ke Demokrat dan Anies ke Demokrat), saya tidak tahu apa yang di sana. Dan memang bukan kewenangan saya juga.

"Kami PKB dan gerindra, berdasarkan ijtima ulama, putusakan pasangan presiden di Maret atau Bulan Ramadan. Limitasi waktu itu ada plus dan minusnya, makanya kami putuskan jauh-jauh hari (koalisi dulu)," jelasnya. 

Untuk itu, kata dia, pengalaman menjadikan PKB belajar soal koalisi dan memilih perjanjian lebih didahulukan dibandingkan sosok.

"Selalu demikian, selalu seperti papan catur. Mana lebih penting, langkah pertama atau langkah pertama. Karena ada efek dominonya. Bagi PKB, itu langkah lebih baik," jelasnya. 

Baca Juga: Gerindra Sebut Prabowo akan Lanjutkan Pembangunan IKN Jika Terpilih Jadi Presiden di 2024

 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU