> >

Subroto, Mantan Menteri Pertambangan akan Dimakamkan di TMP Kalibata Rabu Sore

Peristiwa | 21 Desember 2022, 11:44 WIB
Subroto ketika masih menjadi Menteri Pertambangan dan Energi RI pada 1978. (Sumber: Kementerian Pertambangan dan Energi RI via Wikimedia)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Tokoh energi Republik Indonesia, Prof Dr Subroto meninggal dunia pada usia 99 tahun, Selasa (20/12/2022).

Menurut rencana, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada sore nanti, Rabu (21/12).

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Mantan Menteri Pertambangan dan Energi di era kepemimpinan Soeharto itu disemayamkan terlebih dahulu di Graha Bimasena, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selanjutnya akan disemayamkan di Gedung Chairul Saleh kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM mulai pukul 11.00-15.00 WIB.

Kemudian jenazah Subroto akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata hari ini pukul 15.30-16.30 WIB.

Baca Juga: Prof Dr Subroto Meninggal Dunia, Tokoh Energi RI sekaligus Menteri Era Soeharto

Profil singkat Subroto

Subroto merupakan lulusan Akademi Militer di Yogyakarta tahun 1948, beliau juga menyelesaikan Master of Arts dari McGill University, Kanada tahun 1956.

Selanjutnya, Subroto memperoleh gelar Doktor dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1958 serta gelar Profesor dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1965.

Terakhir, beliau memperoleh gelar Doktor Honoris Causa bidang Hukum dari University of Alaska Anchorage (UAA), Alaska, Amerika Serikat.

Karir 

Mengutip dari Antara, sebelum menjabat Menteri Pertambangan dan Energi, beliau juga pernah menduduki jabatan sebagai Menteri Transmigrasi dan Koperasi pada 1971-1973 dan juga Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi pada 1973-1978.

Ia pernah pula menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) selama 1988-1994.

Di tingkat global, Prof. Dr. Subroto dikenal sebagai The Wise Minister Subroto from Indonesi karena kearifan serta visinya yang hati-hati dalam pengelolaan minyak di kalangan OPEC.

Beliau juga piawai berdiplomasi dan mampu meredam silang pendapat antarnegara OPEC, kala menjabat sebagai Presiden Konferensi selama 1985-1985 dan Sekretaris Jenderal pada tahun 1988-1994.

Subroto juga merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, juga tercatat sebagai salah satu tokoh yang ikut merancang blueprint pembangunan perekonomian Indonesia.

Bersama Widjojo Nitisastro,Emil Salim, Moh. Sadli, dan Ali Wardhana, beliau menjadi anggota Tim Ekonomi untuk pembangunan Indonesia di era awal Orde Baru.

  • Beliau juga Pendiri dan Ketua dari BIMASENA, Perkumpulan Masyarakat Pertambangan dan Energi.
  • Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Indonesian Institute of Energy Economics (IIEE).
  • Dewan Penasehat PT Medco Energi Internasional, Tbk.
  • Dewan Komisaris PT Bank DBS Indonesia
  • Ketua Dewan Pembina Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia
  • Ketua Dewan Penasehat Indonesian Mining and Minerals Research Institute (IMMRI)
  • Ketua Dewan Pengawas Ikatan Keluarga Akademi Militer (IKAM), dan
  • Dewan Penasehat ASPERMIGAS.

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU