> >

Tanda-tanda Depresi yang Sering Dialami pada Remaja, Orangtua Wajib Memperhatikan

Kesehatan | 25 November 2022, 20:05 WIB
Ilustrasi. Depresi adalah salah satu penyakit yang umum tetapi cukup serius, dengan tingkat keparahan yang luas. Depresi mengganggu kehidupan dan hubungan sehari-hari. (Sumber: pixabay.com)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Beberapa anak usia remaja biasanya mengalami perubahan karakter.

Ada yang tiba-tiba pendiam atau sebaliknya.

Terkadang, saat anak berubah jadi pendiam atau tampak sedih, orangtua juga sering menganggapnya sebagai bagian normal dari masa pertumbuhan.

Padahal, hal tersebut juga bisa menjadi tanda depresi.

Depresi sering kali tidak terdiagnosis karena orang tua mungkin tidak membedakan kemurungan remaja yang normal dari masalah yang lebih serius.

Mengapa anak usia remaja menjadi pemurung?

Menurut psikolog pediatrik Ethan Benore, hal yang normal bagi remaja untuk menyendiri. Hal ini terjadi karena mereka mengembangkan rasa kemandirian dan mengembangkan lebih banyak ketergantungan pada hubungan sosial.

Di sisi lain, anak remaja juga sangat sensitif ketika mereka dinasehati oleh orangtua mereka.

Remaja sudah memiliki banyak hal yang harus dihadapi, mulai dari tugas sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler hingga tekanan dari orang tua, teman, guru, dan tekanan lainnya saat otak dan tubuh mereka masih berkembang.

Baca Juga: Tertekan Imbas Resesi dan Depresiasi Rupiah, Pengusaha Atur Siasat Hadapi Krisis

Meskipun remaja sering terlihat dan bertindak seperti orang dewasa muda, korteks prefrontal mereka (bagian otak yang mengatur emosi) tidak akan berkembang sepenuhnya hingga usia 20-an.

Selain itu, lonjakan beberapa hormon di usia mereka juga membuat anak-anak sulit memodulasi perubahan emosional yang mereka alami.

Dengan kata lain, anak remaja Anda mungkin sedang stres dan sedikit sedih, dan itu mungkin sangat normal.

Tapi terkadang, itu bisa menjadi gejala dari sesuatu yang lebih. Tanda Depresi Pada Remaja Dalam sebuah studi di tahun 2021, peneliti menemukan bahwa depresi di kalangan remaja semakin meningkat.

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) menemukan bahwa lebih dari empat dari 10 remaja merasa terus-menerus sedih atau putus asa, dan 1 dari 5 remaja telah berpikir untuk bunuh diri.

Sebagai antisipasi, berikut tanda depresi pada remaja yang harus Anda perhatikan dikutip dari berbagai sumber:

  • Perubahan mood, seperti bertingkah lebih cemberut dan mudah tersinggung.
  • Perubahan perilaku, seperti lebih banyak tidur atau makan lebih sedikit.
  • Menarik diri dari keluarga, teman, atau aktivitas yang biasa mereka nikmati.
  • Masalah di berbagai bidang kehidupan, seperti persahabatan, hubungan keluarga, prestasi akademik, dan kegiatan santai.
  • Tanda-tanda pemotongan dan bentuk menyakiti diri lainnya, seperti mencabut rambut atau mencabut kulit.
  • Penggunaan narkoba dan alkohol.
  • Tiba-tiba kurang percaya diri atau penurunan harga diri yang signifikan.
  • Ekspresi putus asa.

Orangtua juga harus waspada ketika sang anak secara eksplisit membicarakan perihal bunuh diri, seperti "Seandainya saya tidak ada disini".

Saat anak menunjukan tanda tersebut, sebaiknya orangtua mengajak anak untuk berbicara secara terbuka.

 

Selain itu, cobalah untuk berkonsultasi ke profesional atau ke dokter anak. Dokter anak Anda terlatih untuk membantu mengidentifikasi depresi pada anak-anak dan remaja.

Pedoman American Academy of Pediatrics (AAP) mendorong dokter anak untuk melakukan pemeriksaan depresi untuk anak usia 12 tahun ke atas.

Skrining rutin untuk depresi membantu dokter anak mengidentifikasi remaja yang berjuang dan mungkin memerlukan perawatan.

Baca Juga: Putri Candrawathi Disebut Alami Depresi, Hakim Albertina: Perlu Dibuktikan - ROSI

Penulis : Kiki Luqman Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU