> >

Heboh Pelajar SMA di Tapanuli Selatan Tendang Seorang Nenek, Rekam Video Sambil Tertawa

Viral | 20 November 2022, 10:52 WIB
Pelajar di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara menendang seorang nenek hingga tersungkur di sebuah jalan, video mereka viral di media sosial sejak Sabtu (19/11/2022). (Sumber: Tribun Medan)

TAPANULI SELATAN, KOMPAS.TV - Beredar video kekerasan yang dilakukan sejumlah pelajar terhadap seorang nenek yang diketahui berlokasi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

Di dalam video yang viral di media sosial (medsos) tersebut, tampak segerombolan pelajar yang mengenakan seragam pramuka dan menggendong tas tengah berboncengan mengendarai sepeda motor.

Saat melintasi seorang nenek yang berjalan di pinggir jalan, tiba-tiba mereka menghentikan motor yang tengah ditumpangi.

Dua orang anak tampak berbincang dengan sang nenek, tiba-tiba satu pelajar menendang nenek yang sedang berdiri itu hingga jatuh tersungkur.

Nenek itu tampak kaget dan terdengar berteriak. Ia langsung berdiri dan berjalan cepat menghindari gerombolan remaja bermotor itu.

Para pelajar itu justru tertawa setelah melihat kejadian tersebut, bahkan si perekam video juga terdengar cekikikan.

Video yang diunggah oleh akun Twitter @zoelfick itu pun banyak menuai komentar warganet. Umumnya, warganet menyayangkan perbuatan tercela itu.

Baca Juga: Siswa SMP di Bandung Jadi Korban, Kenali Jenis Bullying yang Sering Terjadi pada Anak dan Remaja

Berdasarkan informasi dari Polres Tapsel, para remaja terduga pelaku penganiayaan terhadap seorang nenek itu sudah ditangkap pada Sabtu (19/11/2022) kemarin.

Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamron mengatakan, ada dua video viral di medsos terkait peristiwa dugaan penganiayaan tersebut.

Video pertama berisi tentang sekelompok pelajar dengan mengenderai beberapa unit sepeda motor yang tiba-tiba berhenti dan satu orang menendang seorang nenek.

Nenek yang ditendang itu, menurut Kapolres, diduga kuat merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

Sedangkan video kedua yang merupakan sambungan video pertama, adalah video dua orang anak sekolah yang berboncengan. Di mana, anak yang di bonceng, terlihat memukul (nenek tersebut) dengan menggunakan sebilah kayu atau ranting pohon hingga patah,” jelas Imam, Minggu (20/11) dilansir dari akun resmi Polres Tapsel @official.polrestapsel.

Berdasarkan penelusuran atas video pertama, pihaknya mengamankan lima orang remaja, antara lain IH, ZA, VH, AR, dan RM. 

Kemudian, berdasarkan video kedua, Polres  menangkap empat orang remaja. Tiga di antara pelajar itu merupakan anak yang sama dengan video pertama, yaitu IH, VH, dan AR. Lalu, seorang remaja lain berinisial ASH.

“Video viral yang kedua, kuat dugaan yang memukul dengan kayu adalah VH sembari AR merekam aksi pemukulan tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga: Didorong Mediasi Kasus Perundungan Siswa SMP di Bandung, Orangtua Korban: Tetap Jalur Hukum

Kapolres menerangkan, semua remaja itu merupakan pelajar di salah satu sekolah tingkat atas di Kabupaten Tapsel. Sedangkan satu di antara mereka, yakni ASH, lulusan satu sekolah keagamaan di Tapsel.

“Untuk barang bukti yang kami amankan antara lain, dua unit Handphone milik ZA dan IH serta satu unit sepeda motor nomor polisi T 3350 BK milik RM,” kata Imam.

Imam menegaskan, pihaknya tengah mencari keberadaan korban atau keluarganya. Di sisi lain, petugas juga masih memeriksa saksi-saksi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU