> >

Intip Suvenir Resmi KTT G20, Ada Kerajinan Tangan hingga Kosmetik

Update | 14 November 2022, 07:11 WIB
Perajin menyelesaikan pembuatan kerajinan wayang untuk suvenir resmi KTT G20 Bali di Suryo Art Galeri, Kampung Purbayan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. (Sumber: Indonesia.go.id)

BADUNG, KOMPAS.TV - Puncak acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 segera diadakan di Nusa Dua, Bali pada 15-16 November 2022. 

Sejumlah kepala negara, kepala pemerintahan, dan pimpinan organisasi dunia dijadwalkan hadir di perhelatan tahunan tersebut. 

Sebagai tuan rumah sekaligus Presidensi G20 2022, Indonesia telah menyiapkan suvenir resmi buatan 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk seluruh peserta, yang diperkirakan berjumlah sekitar 20.000 orang.

Melansir dari situs resmi G20, setidaknya ada 1.204 UMKM dari seluruh Indonesia yang mendaftar untuk mengikuti seleksi ketat pemasok suvenir KTT G20.

Setelah melalui berbagai rangkaian seleksi, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM bersama Smesco Indonesia akhirnya meloloskan 20 UMKM yang bertanggung jawab membuat suvenir resmi KTT G20.

Suvenir resmi yang terpilih terdiri dari delapan produk fesyen dan aksesori serta dua produk tas dan perlengkapan alat tulis. Kemudian, ada lima produk kosmetik, herbal, dan kesehatan. Lalu ada empat produk kerajinan tangan dan satu produk pembuatan kemasan.

Baca Juga: Jelang KTT G20 di Bali, 14 Kapal Perang TNI AL Dikerahkan

Cinderamata yang akan dibawa pulang para delegasi G20 bervariasi, yaitu:

Produk Perhiasan

Produk perhiasan berbahan mutiara dan perak disiapkan oleh UMKM dari berbagai daerah.

UMKM asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni Pandora Mutiara, membuat aneka desain dan produk dengan perhiasan mutiara seperti gelang, cincin, dan sebagainya.

Selanjutnya, ada UMKM asal Daerah Istimewa Yogyakarta bernama Borobudur Silver yang memproduksi perhiasan dan kerajinan dari perak. 

Maharani Craft, UMKM dari Bali, juga akan menghadirkan produk-produk seperti gelang, kalung, dan sebagainya.

Fesyen

UMKM bernama Kallestory Eyewear membuat frame kacamata dari bahan-bahan seperti tanduk kerbau dan domba.

UMKM asal Bali, Lima Menara Sejahtera, akan membawa merek EthneeQ, berupa kain endek, seperti Garjita dan Akusara, ke Nusa Dua. 

Kemudian ada dua UMKM asal Jawa Barat (Jabar) yang membuat produk fesyen, yakni Imagenation dan Pala Nusantara. 

Imagenation membuat tas dari bahan ramah lingkungan, sedangkan Pala Nusantara memproduksi jam tangan berbahan kayu.

UMKM asal Bali, Hape, telah menyiapkan aneka produk tas laptop dan notebook. 

Lalu ada UMKM asal NTB, Batika, yang membuat produk-produk berupa tas jinjing, tas selempang, dan tas lain yang dipadukan dengan batik. 

Baca Juga: Tentang KTT B20: Jadwal, Peserta, Agenda, dan Tujuan

Kerajinan tangan

Untuk produk kerajinan tangan ada Faber Instrument Indonesia dari Jabar yang dikenal lewat radio digital berbahan kayu bergaya vintage, mirip seperti radio transistor era 1970-an dengan beragam ukuran. 

Empat desain radio best seller mereka yakni Gede Pangrango, Wijaya Kusuma, Joglo, dan Cipanas akan dibawa ke Nusa Dua.

Selanjutnya UMKM dari Jawa Timur (Jatim), Hucravindo, memproduksi kerajinan tangan berupa jam dinding, binder, dan aneka alat tulis dari bahan kayu.

Masih dari Jatim, ada Wonnow Handcrafted yang menghasilkan produk berbahan kulit berupa card holder, name tag, dompet kartu (card wallet), tempat alat tulis (pen case), dan dompet. 

Selain itu, ada UMKM dari Jawa Tengah (Jateng), Furniwell Calistaprima, yang membuat produk keperluan rumah tangga berbahan kayu.

Masih dari Jateng, UMKM Suryoart, membuat vandel wayang berbahan kayu, wayang logam berbingkai kayu, serta tempat pena dengan gunungan wayang yang juga dari bahan kayu.

Kosmetik dan kesehatan

Untuk produk kosmetik, herbal, dan kesehatan diwakili oleh Dehealth Supplies dari Jawa Timur, UMKM yang memproduksi minuman seperti cuka apel, cuka nanas, dan cuka lemon. 

Selanjutnya ada Fragrande Kreasi Alami, produsen lilin aroma terapi dan pengharum ruangan asal Jawa Barat. 

Ada juga Adem Juice & Smoothies dari Bali yang membawa produk andalan berupa minuman herbal campuran apel, jahe, nanas, jeruk, wortel, dan lainnya.

Selanjutnya ada Tri Utami Jaya, UMKM asal NTB yang memproduksi jamu tradisional dari daun kelor yang dikemas dalam bentuk kapsul, teh, kopi, kosmetik, dan juga makanan bermerek Moringa. 

Baca Juga: Teh Daun Kelor Jadi Souvenir di KTT G20, Ternyata Manfaatnya Enggak Main-main

Provinsi Aceh diwakili oleh UMKM Yagi Natural Indonesia, produsen perawatan kulit berbahan alami khususnya cokelat. Produk yang dihasilkan berupa skincare, lip balm, sampo, lotion, dan lainnya.

Seperti halnya Yagi, ada produsen sejenis asal Bali bernama Samsara yang menawarkan produk kesehatan berupa sabun batang dan sampo.

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/Indonesia.go.id


TERBARU