> >

2 Jenazah Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan sudah Teridentifikasi dan Dibawa Pulang oleh Keluarga

Peristiwa | 2 Oktober 2022, 08:23 WIB
Dua jenazah korban kerusuhan di Satadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, telah diidentifikasi oleh RSUD Kanjuruhan, dan dibawa pulang oleh pihak keluarga. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

MALANG, KOMPAS.TV – Dua jenazah korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam telah diidentifikasi oleh RSUD Kanjuruhan, Kepanjen dan dibawa pulang oleh pihak keluarga.

Direktur RSUD Kanjuruhan, Boby Prabowo, dalam program Breaking News di Kompas TV, Minggu (2/10) pagi, mengatakan, pihak keluarga juga telah mengidentifikasi jenazah tersebut.

“Ada dua jenazah yang sudah teridentifikasi dengan baik, dan juga sudah teridentifikasi oleh keluarganya dan dua yang sudah dibawa pulang oleh keluarganya,” ucapnya.

Sementara, untuk korban luka ringan hingga berat, seluruhnya masih dalam perawatan di rumah sakit tersebut.

Baca Juga: Saksi Mata Tragedi Kanjuruhan, Suporter Berlarian Akibat Tembakan Gas Air Mata, Terinjak-injak

Menurutnya, para korban luka itu belum dipulangkan karena pihak rumah sakit masih mengobservasi.

“Korban luka ringan belum ada yang dipulangkan. Kami masih observasi, kalau sekiranya dalam penanganan itu tim kami menyatakan kondisi pasien sudah benar-benar aman, baru kami serahkan pada keluarga.”

Jika belum ada pihak keluarga pasien yang datang, pihak rumah sakit masih akan tetap merawat sampai ada keluarga yang menjemput.

Ia menambahkan, seluruh biaya perawatan pasien korban kerusuhan tersebut ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

“Untuk kondisi khusus seperti ini, kejadian luar biasa seperti ini, oleh Pemerintah Kabupaten Malang memang akan ditanggung semua, sehingga semua pasien yang mengalami kejadian luar biasa di RSUD kanjuruhan, wajib ditangani.”

Menurutnya sejauh ini ada 93 korban luka yang masih dirawat di rumah sakit tersebut, dan pihaknya masih mampu untuk menangani.

Hanya saja, pihaknya sudah tidak mampu lagi menampung rujukan jenazah karena sudah terlalu banyak.

“Masih bisa ditangani karena kebanyakan ringan hingga sedang, hanya empat yang berat, sehingga bisa ditata laksana dengan baik,” tutur Boby.

“Hanya saja, permasalahan kami adalah jenazah. Kami sudah berkoordinasi karena sudah terlalu banyak jenazah yang kami tampung,” imbuhnya.

Berkaitan dengan banyaknya jenazah yang ditampung di rumah sakit itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan rumah-rumah sakit lain untuk perujukan jenazah.

Baca Juga: 129 Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Malang, Menpora Minta Pimpinan Suporter Edukasi Anggotanya

“Kalau ada yang mau merujuk jenazah ke kami, harap langsung ke rumah sakit yang lebih tinggi atau rumah sakit tipe A atau tipe B yang ada untuk membantu kami mengidentifikasi jenazah.”

Dalam kesempatan itu, Boby juga menjelaskan, dari 93 korban yang dirawat di RSUD Kanjuruhan, 89 pasien di antaranya mengalami luka ringan-sedang, empat cidera otak berat, dan korban meninggal 21 korban.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU