> >

Pemeriksaan 3 Tersangka Kasus Brigadir J oleh Polres Jaksel Cuma Formalitas, Jawaban Sudah Disiapkan

Hukum | 14 September 2022, 06:10 WIB
Pengacara Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, Erman Umar menjelaskan keterangan kliennya terkait penembakan Brigadir J dan dugaan pelecehan terhadap Putri Candrawathi di Magelang dalam program Kompas Petang KOMPAS TV, Rabu (7/9/2022). (Sumber: KOMPAS TV)

Baca Juga: Ketika Ketua Komnas HAM Dituduh Terima Uang di Kasus Brigadir J: Saya Tak akan Membantah, untuk Apa?

"Mereka dikumpulkan semua di kantor Provos (usai penembakan Brigadir J),” ujar Erman.

Di sana, kata Erman, berdasarkan pengakuan Bripka Ricky, Irjen Ferdy Sambo mengatur atau merancang skenario mengenai penyebab tewasnya Brigadir J.

Termasuk, membagikan tugas kepada mereka satu per satu mengenai peran dan kesaksiannya dalam skenario tewasnya Brigadir J.

"Mereka dikumpulkan, mungkin di-briefing Sambo sama tim lain. Itu yang disampaikan," ujar Erman.

Untuk Bripka Ricky, Erman menuturkan, kliennya diminta memberikan kesaksian bahwa dirinya sedang bersembunyi di balik kulkas ketika Brigadir J baku tembak dengan Bharada E.

Baca Juga: Bharada Sadam yang Disanksi Demosi 1 Tahun karena Intimidasi Wartawan Ternyata Sopir Ferdy Sambo

“Dalam skenario (Ferdy Sambo) itu RR (Bripka Ricky Rizal) disebutkan sembunyi di balik kulkas saat Bharada E dan Josua tembak-menembak,” ujar Erman.

Erman mengatakan kliennya terpaksa mengikuti skenario kematian Brigadir J yang dirancang Ferdy Sambo karena merasa takut.

"Jadi yang pertama itu (skenario baku tembak). (Bripka Ricky ikuti) bukan (karena diancam), dia takut," tutur Erman Umar.

Namun, setelah dikunjungi istrinya, Bripka Ricky berbalik arah tidak lagi mengikuti skenario yang dirancang oleh Ferdy Sambo tersebut.

Baca Juga: Putri Candrawathi Respons Tudingan Komnas HAM soal Ikut Menembak Brigadir J

“Dia berbalik arah itu setelah, mungkin dia didatangi keluarga, adek kandung sama istri agar mereka minta bicara benar. Pada saat itu, dia sudah mulai bicara benar,” ujar Erman.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU