> >

5 Fakta Kasus Pertama Cacar Monyet di Indonesia, Pasien Usai dari Luar Negeri hingga Gejalanya

Kesehatan | 21 Agustus 2022, 11:45 WIB
Foto ilustrasi. Pihak CDC hari Jumat, (3/6/2022) mengatakan mereka mencatat lebih dari 700 kasus cacar monyet di seluruh dunia, termasuk 21 di Amerika Serikat, dengan penyelidikan sekarang menunjukkan penyebaran di dalam negeri. Indonesia deteksi pasien virus cacar monyet pertama. (Sumber: Straits Times)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus pertama virus cacar monyet atau monkeypox di Indonesia telah dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI.

Virus cacar monyet beberapa bulan belakangan memang tengah dilaporkan tengah menyebar di berbagai belahan dunia.

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) virus yang pertama kali dideteksi di Republik Demokratik Kongo ini sebagai darurat kesehatan global pada Juli 2022 lalu.

Hingga kini, virus cacar monyet telah terdeksi di lebih dari 70 negara.

Baca Juga: Round Up: Rektor Unila OTT KPK, Kasus Pertama Cacar Monyet di Indonesia, Hermanto Dardak Meninggal

Berikut fakta-fakta kasus pertama cacar monyet di Indonesia:

1. Pasien dari Jakarta

Kemenkes mengumumkan kasus pertama cacar monyet di Indonesia itu pada Sabtu (20/8/2022).

Juru bicara Kemenkes Muhammad Syahril mengatakan pasien tersebut berada di DKI Jakarta.

“Seorang laki-laki, umur 27 tahun,” kata Syahril dalam konferensi pers.

2. Usai Bepergian dari Luar Negeri

Syahril mengatakan, pasien tersebut sebelumnya bepergian ke luar negeri dan mengalami serangkaian gejala cacar monyet.

Usai dilakukan tes PCR, pasien tersebut dinyatakan positif terpapar cacar monyet.

Baca Juga: Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air, Cara Penularan hingga Waktu Sembuh

”Dapat laporan pemeriksaan PCR tadi malam, dan kami hari ini mengumumkan kepada masyarakat.”

3. Gejala yang Dialami

Adapun gejala yang dialami pasien tersebut kurang lebih sama dengan yang sebelumnya diumumkan oleh WHO.

Gejala yang dialami pasien pertama cacar monyet meliputi demam, pembesaran kelenjar getah bening, dan ruam-ruam di beberapa bagian tubuh.

"Gejala di tanggal 14 (Agustus) ada demam, kemudian ada pembesaran kelenjar limfe, tapi keadaannya baik, artinya tidak sakit berat. dan ada cacarnya atau ruam-ruam di muka, di telapak tangan, kaki, dan sebagian di sekitar alat genitalia,” papar Syahril.

Baca Juga: Kemenkes Ungkap Gejala Cacar Monyet dari Hari ke Hari, Apa Saja?

Namun, ia menegaskan pasien tersebut kondisi yang stabil dan tidak mengalami gejala yang berat.

4. Kemenkes Lakukan Tracing

Sebelumnya, Kemenkes telah mendeteksi adanya 23 suspek cacar monyet yang telah menjalani pemeriksaan. 

Hasilnya, 22 suspek dinyatakan negatif. Sementara, satu di antaranya terkonfirmasi positif terkena virus cacar monyet.

Pihak Kemenkes lantas melakukan contact tracing terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien monkeypox tersebut.

5. Pesan IDI

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) melalui Satgas Monkeypox meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

Baca Juga: Cacar Monyet Terkonfirmasi di Indonesia, PB IDI Minta Masyarakat Tenang, Jangan Panik

Ketua Satgas Monkeypox atau Clades PB IDI Hanny Nilasari mengingatkan, meski sudah ada kelonggaran kegiatan di berbagai tempat, masyarakat tetap perlu menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, masyarakat juga diminta selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih seperti selalu mencuci tangan setiap akan makan atau minum.

"Bagi yang merasa bergejala dapat segera berobat menemui dokter terdekat," ucap Hanny.

Penulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU