> >

Cerita Bendera Proklamasi: Dijahit Fatmawati saat Hamil Tua, Dirobek Dua Hingga Disimpan di Museum

Peristiwa | 17 Agustus 2022, 06:28 WIB
Penaikan bendera pusaka sesudah dibatjakan teks proklamasi, 17 Agustus 1945. (Sumber: Arsip KOMPAS)

Ketika Belanda menduduki Yogyakarta pada 1948, diceritakan Bendera Pusaka terpaksa dibelah menjadi dua oleh Mutahar yang ditugaskan Soekarno untuk menyelamatkannya.

 Baru setelah keadaan aman, bendera itu dijahit kembali seperti semula.

Baca Juga: Kisah Fatmawati: Menjahit Bendera Merah Putih, Ikut Diculik dan Lantunan Al-Qur'an yang Menggugah

Tak Lagi Dikibarkan

Bendera Pusaka tak lagi dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan setiap 17 Agustus sejak 1968. 

Wacana untuk 'memensiunkan' Bendera Pusaka sebenarnya sudah bergulir setahun sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Adam Malik mengatakan, Bendera Pusaka tak perlu selalu dikibarkan di setiap peringatan Kemerdekaan.

"Seakan-akan kalau Bendera Pusaka itu tidak dikibarkan, peringatan 17 Agustus itu tidak sah. Ini hanya menimbulkan mistik," kata dia, dikutip dari Harian Kompas, 15 Agustus 1967.

Menurut dia, bendera itu sebaiknya disimpan di museum, sehingga nilai sejarahnya lebih terasa.

Baca Juga: Sosok Abdoel Moeis, Pahlawan Nasional Pertama RI yang Dikukuhkan Bung Karno

 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU