> >

Angka Kemiskinan Naik dan Isu Minyak Goreng Disebut Jadi Alasan Jokowi Layak Reshuffle Kabinet

Peristiwa | 15 Juni 2022, 14:40 WIB
Pengamat ekonomi Bima Yudhistira mengungkapkan pendapatnya terkait reshuffle kabinet oleh Presiden RI Joko Widodo pada Rabu (15/6/2022). (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bima Yudhistira menyebut naiknya angka kemiskinan serta isu minyak goreng membuat Jokowi layak melakukan reshuffle kabinet. 

Hal itu ia tegaskan saat menjawab pertanyaan KOMPAS TV dalam program Breaking News pada Rabu (15/6/2022).

Baca Juga: Jokowi Sudah Enam Kali "Reshuffle", Terbanyak di Hari Rabu

Bima menyebut, terdapat korelasi antara isu kemiskinan dan perekonomian yang kencang terdengar baru-baru ini.

"Kemiskinan meningkat, sebelum pandemi 3,7 persen menjadi 4 persen pada 2021. Tentunya ini butuh sosok menteri di bidang kesejahteraan yang memahami akar persoalan dan mempercepat sinergi pendataan," terang Bima.

Adapun sorotan isu ekonomi masih terkait krisis minyak goreng yang belum sepenuhnya tertangani.

Menurut Bima, peristiwa krisis minyak goreng sudah berlarut-larut, berbagai kebijakan dikeluarkan, tetapi dianggap belum efektif memperbaiki harga.

"Jadi kalau Presiden tidak melakukan reshuffle atau tidak menggantikan kinerja menteri yang buruk, ini dianggap sebagai legasi yang kurang baik. Karena tantangan inflasi dan pangan tentu merupakan hal serius," imbuhnya. 

Baca Juga: Dikabarkan Jadi Wamen ATR, Raja Juli Antoni: Saya PSI, Orang Muhammadiyah

"Jangan sampai tantangan ekonomi yang kian kompleks membuat angka kemiskinan ekstrem susah mencapai target nol persen seperti yang diinginkan pemerintah pada 2024," tegas Bima.

Penulis : Rofi Ali Majid Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU