> >

Demokrat DKI Sebut Banyak Kader Ingin Duetkan Anies-AHY di Pemilu 2024, Begini Skenarionya

Politik | 26 Mei 2022, 11:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Jakarta, Selasa (15/3/2022). (Sumber: Fadel Prayoga/Kompas.tv)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, mengatakan tidak sedikit kader Partai Demokrat di Jakarta dan konstituen menyuarakan untuk menduetkan Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai capres dan cawapres 2024 nanti.

“Karena kami punya sarana. Mungkin bisa untuk sekarang startingnya Anies-AHY karena Anies elektabilitasnya lebih tinggi. Tapi kalau nanti ak Anies sudah tidak jadi gubernur kan bisa turun,” kata Mujiyono dalam keterangannya mengutip situs demokratjakarta.or.id, Kamis (26/5/22). 

Baca Juga: Anies Baswedan Dinilai Cocok di PAN sebagai Kendaraan Pemilu 2024

Menurut Mujiyono, meskipun elektabilitas Anies tergolong tinggi dalam bursa Capres 2024 nanti, namun, Anies belum memiliki kendaraan politik yang akan membawanya menuju Pemilu 2024. 

Terlebih, jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta yang saat ini dianggap menopang elektabilitas akan segera berakhir Oktober 2022 mendatang.

Mujiyono menilai, ini akan menggerus elektabilitas Anies. 

“Bagaimana Anies langkah ke depan, terus memposisikan diri, terus bergerak jangan kendor. Karena dua tahun ini bisa bikin elektabilitas turun,” katanya.

Sementara itu, lanjut Mujijyono, AHY yang elektabilitasnya di bawah Anies sudah memiliki kendaraan politik sehingga dinilai ideal untuk berpasangan dengan Anies. 

“Sementara Ketum (AHY) meski elektabilitasnya masih jauh dari Anies tapi kendaraannya ada jadi masih bisa. Kalau Anies mau ke daerah gimana. Nah kalau AHY ke daerah jelas di sana ada kepengurusan, infrastruktur, jadi seorang Ketum kan berhak datang ke wilayah-wilayah,” kata dia. 

Baca Juga: Wagub DKI Mengaku Akan Dukung Pengganti Anies Pilihan Jokowi

Oleh sebab itu, Mujiyono menyarankan Anies untuk segera menjadi kader politik, sebab, persaingan Pilpres 2024 akan semakin ketat. 

“Makanya saran saya segeralah jadi kader partai politik, untuk menjaga elektabilitas supaya bisa bergerak di situ. Jadi ibaratnya nyetir mobil Anies mobil sewaan, sementara Ketum meski langkahnya belum secepat Anies tapi mobil sendiri,” ujar Mujiyono. 

Penulis : Hasya Nindita Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU