> >

5 Fakta Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo yang Tewaskan 14 Orang

Peristiwa | 17 Mei 2022, 18:10 WIB
Kondisi bus dalam kecelakaan yang terjadi di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Jawa Timur, pada Senin (16/5/2022). Kecelakaan tersebut menewaskan 14 orang. (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ditlantas Polda Jawa Timur telah melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan bus pariwisata Ardiansyah yang terjadi di Kilometer 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) pada Senin (16/5/2022).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan, penyelidikan menemukan sejumlah fakta, mulai dari dugaan konsumsi narkoba hingga sopir tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Berikut 5 fakta kecelakaan bus di Tol Sumo Kilometer 712+400 jalur A.

Baca Juga: Kecelakaan Maut! Truk Kontainer Tertabrak Truk Boks, Dua Korban Tewas

1. Tidak Overload

Ramadhan menjelaskan, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa bus pariwisata Ardiansyah membawa 34 penumpang yang berwisata ke Dieng, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Sedangkan kapasitas bus diketahui sebanyak 37 penumpang. 

Menurut Ramadhan, tidak ada kelebihan muatan atau overload saat bus mengalami kecelakaan tunggal di Tol Sumo.

Baca Juga: Penyelidikan Sementara Kecelakaan di Tol Sumo, Kapolda Jatim: Sopir Bus Berpotensi Jadi Tersangka

Peristiwa kecelakaan tunggal tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 19 lainnya luka-luka.

Jenazah dari 14 korban meninggal telah dipulangkan ke rumah duka dari RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Sedangkan 18 penumpang dan supir cadangan bus yang terluka, dirawat di beberapa rumah sakit yang berbeda.

"Bus pariwisata Ardiansyah ini menabrak tiang variable message sign di Tol Surabaya-Mojokerto KM 712+400 usai wisata ke Dieng dan Yogjakarta," ujar Ramadhan saat jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga: Jasa Raharja Beri Santunan Korban Laka Maut Bus Mojokerto, Ahli Waris Korban Tewas Dapat Rp50 Juta

2. Kecelakaan Terjadi setelah Pergantian Sopir

Ramadhan menjelaskan, kecelakaan bus ini terjadi setelah sopir utama, AA (31), berisitrahat.

AA yang sudah lelah menyetir kemudian menyerahkan kemudi kepada Ade Firmansyah (29) atau AF. Pergantian sopir bus ini dilakukan di rest area KM 695, Tol Sumo. 

Setelah berjalan 17 kilometer, bus mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak variable message sign (VAA) di jalan Tol Sumo.

Baca Juga: Beginilah Kronologi Tragedi Bus Tabrak Reklame di Tol Surabaya-Mojokerto yang Tewaskan 14 Orang!

3. Tidak Punya SIM 

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Ade Firmansyah, selaku sopir pengganti, tidak memiliki sim.

Menurut Ramadhan, akan dilakukan pendalaman untuk mengetahui apakah AF merupakan sopir cadangan atau hanya seorang kernet.

4. Terpengaruh Narkoba

Ramadhan menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan Ditlantas Polda Jatim menemukan adanya unsur narkoba jenis Amfetamin pada Ade Firmansyah (29), si sopir pengganti.

Baca Juga: Dirlantas Polda Jatim Sebut Tak Ada Upaya Pengereman saat Bus Kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto

Temuan Amfetamin diketahui dari tes urine yang dilakukan terhadap Ade Firmansyah. 

Menurut Ramadhan, saat ini tim dokter telah mengambil sampel darah AF untuk memastikan apakah sopir benar-benar terpengaruh narkoba jenis Amfetamin saat membawa bus pariwisata Ardiansyah.

"Hari ini (Selasa, 17/5/2022) akan diambil sampel darah AF dan kemudian dikirim ke laboratorium Polri," ujar Ramadhan.

5. Polri Kirim Tim TAA

Ramadhan menyatakan, untuk membantu Ditlantas Polda Jatim dalam penyelidikan dan penyidikan, Korlantas Polri mengirim tim Traffic Accident Analysis (TAA).

Baca Juga: Detik-detik Mikrobus Oleng Tabrak Mobil Pikap dan 4 Motor, 7 Orang Tewas

Nantinya, tim tersebut akan melakukan pendalaman di lokasi kejadian hingga melakukan pemeriksan terhadap sopir.

Termasuk memastikan penggunaan narkoba jenis Amfetamin yang ditemukan dalam sampel urine AF, sopir cadangan yang mengemudikan bus saat terjadinya kecelakaan. 

"Saat ini tim TAA sudah bekerja dan kita lihat sejauh mana pekembangannya, akan kita update," ujar Ramadhan.
 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU