> >

Miris! Menkes Ungkap 586 dari 10.373 Puskesmas Belum Punya Dokter

Sosial | 30 April 2022, 03:05 WIB
Menkes menyebut jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia mencapai 1.600, namun hanya sekitar 20 yang menggunakan oksigen. (Sumber: Tangkapan layar YouTube)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan 5,65 persen atau 586 dari 10.373 Puskesmas di Indonesia belum memiliki tenaga dokter.

"Kita melihat ada kekurangan tenaga kesehatan, termasuk dokter-dokter spesialis yang sangat signifikan di Indonesia," ucap Menkes Budi sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (29/4/2022).

Tak hanya itu, Menkes Budi lebih lanjut mengungkapkan sebanyak 5.498 dari 10.373 Puskesmas juga belum memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar.

"Jadi, kita ada standar satu Puskesmas harus memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan, seperti dokter gigi, bidan, perawat dan lain sebagainya," ujarnya.

Baca Juga: Kabar Baik, Kemenkes akan Izinkan Sinovac Jadi Vaksin Booster

Bahkan, sambung Menkes Budi, terdapat 302 dari 608 Rumah Sakit Umum Daerah kelas C dan D di seluruh Indonesia belum memiliki tujuh dokter spesialis.

Padahal semestinya, RSUD sesuai standar harus ada dokter spesialis anak, obgyn, bedah, penyakit dalam, anestesi, radiologi, dan patologi.

"Jadi, Rumah Sakit Umum Daerah itu ada standarnya, dia harus memiliki tujuh jenis dokter spesialis, baru 48,9 persen RSUD kelas C dan D di seluruh Indonesia yang memiliki lengkap tujuh dokter spesialis," katanya.

Berangkat dari sejumlah fakta tersebut, Menkes Budi menuturkan pemerintah akan melakukan transformasi di sektor kesehatan.

Satu di antaranya, dengan meminta para tenaga kesehatan honorer untuk segera mendaftar sebagai calon Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU