> >

Bosan Makan Gratis di Rutan, Ferdinand Hutahaean Berharap Bebas untuk Santap Ketupat Lebaran

Hukum | 13 April 2022, 02:55 WIB
Eks Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean akhirnya memenuhi pemeriksaan Bareskrim Polri terkait statusnya sebagai terlapor dugaan kasus ujaran bermuatan bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) pada Senin (10/1/2022). (Sumber: Tribunnews.com/ Igman Ibrahim)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Terdakwa penyebaran berita bohong atau hoaks hingga memicu kebencian suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), Ferdinand Hutahaean berharap mendapat vonis bebas terkait kasus yang menjeratnya.

Harapan vonis bebas ini diungkapkan Ferdinand saat membacakan nota pembelaan alias pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2022) kemarin.

Mantan kepala divisi advokasi dan bantuan hukum DPP Partai Demokrat ini mengaku kehidupan dalam penjara tidak enak, tidak bisa hidup bebas seperti masyarakat umumnya. 

Baca Juga: Dapat Makan Gratis, Ferdinand Hutahaean Merasa Nyaman Jalani Ramadan di Dalam Rutan

Harapan merupakan keinginan setiap terdakwa, terlebih sidang vonis yang akan dijalaninya sudah mendekati Hari Raya Idulfitri 1443 H.

Jika dirinya bisa diputus bebas dalam perkara ini, maka keinginannya untuk dapat menyantap makanan khas hari raya di bersama keluarga bisa terwujud.

"Tentu harapan saya bebas. Tapi apakah bebas atau tidak kita serahkan nanti kepada hikmat dan kebijaksanaan yang mulia hakim," ujar Ferdinand usai sidang pembacaan pledoi. Dikutip dari Tribunnews.com.

Dalam pembelaannya Ferdinand mengku kicauan 'Allahmu Lemah' adalah sebuah kekhilafan dari bisikan setan.

Baca Juga: Sebarkan Hoaks dan Penodaan Agama, Hakim Tuntut Ferdinand Hutahaean 7 Bulan Penjara

Kala itu, 4 Januari 2022, dirinya sedang berada di kantor dan seketika jatuh pingsan. Setelah beberapa menit kemudian dirinya terbangun dan siuman.

Ferdinand mengaku saat itu dirinya mendengar bisikan suara ditelinga yang berkata "Hei Ferdinand, engkau akan mati dan tidak ada yang bisa menolongmu, Allahmu saja lemah dan harus dibela".

Kalimat tersebut terdengar begitu nyata sehingga membuat dirinya tergoda untuk membuat kicauan 'Allahmu lemah'.

Baca Juga: Jalani Sidang Perdana, Ferdinand Hutahaean Didakwa Bikin Onar

"Saya anggap itu godaan setan yang kemudian saya respon dan tanggapi dengan kata hardik balik dengan kata 'Allahmu lemah'," ujarnya.

Ferdinand menjelaskan pernyataan 'mu' yang dimaksud tersebut ditujukan untuk setan yang mengganggunya, bukan untuk menyinggung perasaan suatu golongan tertentu.

Ia mengaku sebagai orang yang percaya akan kuasa Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa tidak ada yang lebih kuat dibanding karunia-Nya.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/Tribunnews


TERBARU