> >

Waspada Varian Baru Omicron Bisa Reinfeksi Pasien Covid-19 dan Turunkan Efikasi Vaksin

Update corona | 28 November 2021, 10:35 WIB
Ilustrasi mikroskopis virus corona. Para ilmuwan di Afrika Selatan mengumumkan hari Kamis, (25/11/2021) mereka mendeteksi varian baru Covid-19 dengan banyak mutasi (Sumber: France24)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan terus memonitor perkembangan varian baru B.1.1.529 atau Omicron yang ditemukan pertama kali di benua Afrika.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan varian baru ini bukan berasal dari varian Delta.

Hasil identifikasi yang dilakukan WHO setidaknya ada 32 mutasi virus Corona yang menciptakan varian baru B.1.1.529 atau Omicron ini.

Baca Juga: Hati-Hati, Dua Kasus Omicron Sudah Terdeteksi di Inggris

Dalam catatan WHO, varian Omicron ini memiliki kemampuan penularan yang lebih tinggi dan bisa menyebabkan reinfeksi pasien yang sebelumnya pernah terpapar Covid-19.

"Selain itu juga ditemukan adanya pengaruh pada penurunan efikasi dari vaksin Covid-19," ujar Siti dalam keterangan video, Minggu (28/11/2021).

Siti menambahkan kabar baik dari varian baru Omicron ini yakni masih sensitif terhadap pemeriksaan PCR.

Artinya dengan tes PCR pasien yang terpapar virus Corona dapat diketahui apakah kasus positif Covid-19 berasal dari varian Omicron.

Baca Juga: Perbandingan Varian Delta dengan Omicron, Mana yang Lebih Parah? Ini Kata Guru Besar FK UI!

"Berita baik dari varian baru ini, dia masih sangat sensitif dengan pemeriksaan PCR. Sehingga dengan pememriksan PCR kita masih bisa mendeteksi kasus positif yang berasal dari varian Omicron ini," ujar Siti.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU