> >

Sorot Pertemuan Politik Megawati, Prabowo dan Puan di Istana, Andi Mallarangeng Bandingkan Zaman SBY

Politik | 22 November 2021, 11:54 WIB
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (17/10/2013) (Sumber: .(KOMPAS.com/Icha Rastika))

Sebelumnya, pertemuan antara Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani terjadi di Istana Negara.

Mereka mengadakan pertemuan di sela-sela pelantikan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI.

Baca Juga: Santri di Bogor Deklarasi Dukungan Ganjar-Puan Maju Pilpres 2024

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, pertemuan itu membahas sejumlah hal, salah satunya politik kebangsaan dan berbagai dinamika politik nasional.

Menurut dia, pertemuan yang berlangsung di sebuah ruangan VVIP itu berjalan hangat.

"Pada saat saya mendampingi Ibu Megawati, saya lihat Pak Prabowo berjalan cepat menuju tempat Bu Mega. Lalu saya sampaikan ke Ibu, ada Pak Prabowo," kata Hasto dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021).

"Ibu Mega lalu menunggu, bersalam sapa dengan hangat, dan kemudian masuk ke ruangan VVIP bersama, dengan Mas Pramono Anung dan saya dampingi."

Baca Juga: Megawati, Puan, dan Prabowo Bertemu di Istana, Ini yang Dibicarakan

Hingga saat ini, pihak Istana Kepresidenan belum memberikan penjelasan mengenai pertemuan tersebut. Termasuk apakah pertemuan itu dilakukan dalam kapasitas mereka sebagai petinggi partai politik.

Meski tidak menjelaskan secara detail, Hasto mengatakan pertemuan itu membahas seputar politik kebangsaan dan berbagai dinamika politik nasional.

Sedangkan, Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan, pertemuan itu harus dimaknai sebagai ajang silaturahmi antar tokoh partai politik.

Menurut dia, pertemuan yang hangat itu menandakan bahwa komunikasi antara PDI-P dan Gerindra selaku partai yang dinaungi Prabowo Subianto tetap terjaga dengan baik.

Baca Juga: Terungkap! Ini Perbuatan Jenderal Dudung Abdurachman yangi Bikin Megawati Terharu

"Politik kita terlalu banyak membaca memproduksi teks dari simbol-simbol, lalu jadi ramai. Sebenarnya ini hal yang biasa saja," kata Dahnil saat dihubungi Kompas.com.

"Apalagi Bu Mega dan Mbak Puan, dengan Pak Prabowo komunikasinya selama ini sangat cair dan bahkan ketika berkontestasi silaturahminya tetap baik, dan itu tetap dijaga."

Baca Juga: Andi Mallarangeng Setuju dengan Mahfud, Gugatan Yusril soal AD/ART Demokrat Tak akan Dikabulkan MA

 

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas.com


TERBARU