> >

Mengenal Gejala dan Penyebab Inflamasi Usus yang Diderita Anya Geraldine

Kesehatan | 19 November 2021, 19:10 WIB

Anya Geraldine mengaku menderita penyakit inflamasi usus. (Sumber: Instagram/@anyageraldine)

SOLO, KOMPAS.TV - Selebgram Anya Geraldine mengaku sedang memulihkan diri usai operasi karena menderita penyakit inflamasi usus. Apa itu inflamasi usus?

Dunia medis mengenal penyakit radang usus itu sebagai inflammatory bowel disease (IBD). Mengutip mayoclinic.org, inflamasi usus adalah gangguan yang melibatkan peradangan kronis pada saluran pencernaan.

Ada dua jenis IBD, yaitu kolitis ulseratif dan penyakit crohn. Kolitis ulseratif adalah kondisi yang melibatkan peradangan dan luka di sepanjang lapisan permukaan usus besar (usus besar) dan rektum.

Sementara, penyakit crohn adalah peradangan pada lapisan saluran pencernaan, yang seringkali dapat melibatkan lapisan saluran pencernaan yang lebih dalam.

Baca Juga: Waspada Sejak Dini! Ini Penyebab dan Gejala Kolesterol Tinggi pada Remaja dan Anak-Anak

Inflamasi usus ini dapat membuat tubuh lemah dan kadang-kadang menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa, seperti kanker, peradangan di mata hingga kulit, dan penyumbatan pembuluh darah.

Gejala penyakit radang usus bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan peradangan dan di bagian mana luka itu muncul. Gejala dapat berkisar dari ringan hingga berat. 

Penderitanya dapat mengalami periode penyakit aktif diikuti dengan periode remisi atau pemulihan. Berikut tanda dan gejala umum penyakit inflamasi usus:

  1. Diare
  2. Kelelahan
  3. Sakit perut dan kram
  4. Tinja dengan darah
  5. Nafsu makan berkurang
  6. Penurunan berat badan yang tidak disengaja

Penyebab Inflamasi Usus

Tak diketahui pasti penyebab penyakit radang usus. Sebelumnya, pola makan dan stres dicurigai menjadi penyebabnya. 

Akan tetapi, dokter saat ini mengetahui bahwa kedua hal itu hanyalah faktor yang memperburuk radang usus, bukan penyebabnya.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kerusakan sistem kekebalan tubuh. 

Ketika sistem kekebalan tubuh mencoba melawan virus atau bakteri yang menyerang, respons kekebalan yang tidak normal menyebabkan sistem kekebalan menyerang sel-sel di saluran pencernaan juga. 

Baca Juga: 7 Rahasia Kondisi Kesehatan yang Terungkap dari Golongan Darah

Faktor Risiko

  • Usia. Kebanyakan orang yang menderita IBD didiagnosis sebelum mereka berusia 30 tahun. Tetapi beberapa orang tidak mengalami penyakit ini sampai usia 50-an atau 60-an.
  • Ras atau etnis. Orang kulit putih memiliki risiko palimg tinggi menderita penyakit ini. Walau begitu, penyakit ini dapat dialami ras apa pun.
  • Sejarah keluarga. Seseorang berisiko lebih tinggi menderita inflamasi usus, jika memiliki kerabat dekat, seperti orang tua, saudara kandung atau anak dengan penyakit ini.
  • Merokok. Merokok adalah faktor risiko terpenting yang dapat dicegah untuk penyakit Crohn.

Merokok dapat membantu mencegah kolitis ulserativa. Namun, bahayanya bagi kesehatan secara keseluruhan lebih besar daripada manfaatnya.

Berhenti merokok juga dapat meningkatkan kesehatan umum saluran pencernaan, serta memberikan banyak manfaat kesehatan lainnya.

  • Obat anti inflamasi nonsteroid. Ini termasuk ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), naproxen sodium (Aleve), natrium diklofenak dan lainnya.

Obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko mengembangkan IBD atau memperburuk penyakit pada orang yang menderita IBD

Baca Juga: Ternyata Ini Golongan Darah Paling Istimewa, Disebut Terlangka di Bumi

Segera konsultasi dengan dokter jika Anda mengalami perubahan kebiasaan buang air besar yang terus-menerus atau jika Anda memiliki salah satu tanda dan gejala penyakit inflamasi usus. 

Meskipun penyakit radang usus biasanya tidak berakibat fatal, ini adalah penyakit serius yang, dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa.

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Mayoclinic.org


TERBARU