> >

Puan Maharani Minta BPOM Prioritaskan Keamanan Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun

Berita utama | 29 Oktober 2021, 16:23 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani (Sumber: Dok. DPR RI)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak terburu-buru mengeluarkan hasil uji klinis vaksin untuk anak usia 5-11 tahun.

Puan Maharani menegaskan, prinsip keamanan vaksin Covid-19 harus menjadi prioritas yang utama.

“BPOM juga tidak perlu merasa diburu-buru, karena prinsip keamanan vaksin harus menjadi prioritas,” kata Puan Maharani seperti dikutip dari Antara, Jumat (29/10/2021).

Puan mengatakan, DPR siap mengawal proses pemberian izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 bagi anak usia 5-11 tahun yang dilakukan BPOM.

Tak hanya itu, Puan menyampaikan DPR juga menyambut baik rencana pemberian vaksin Covid-19 bagi anak usia 5-11 tahun.

“Kita bersyukur akhirnya rencana pemberian vaksin untuk anak 5-11 tahun akhirnya mulai berjalan,” ujar Puan.

Baca Juga: Antisipasi Mobilitas Warga di Libur Nataru, Provinsi Diminta Tingkatkan Vaksinasi Covid-19

“Ini perkembangan baik, karena prinsipnya setiap warga negara usia berapa pun berhak atas kesehatan, termasuk terlindungi dari Covid-19,” tambah Puan.

Puan pun berharap semoga proses uji klinis vaksin untuk anak berjalan lancar, sehingga target pemberian vaksin pada awal tahun 2022 bisa terlaksana.

Sebagai informasi, saat ini ada tiga merek vaksin yang sedang diuji klinis BPOM untuk anak usia 5-11 tahun, yaitu Sinovac, Sinopharm, dan Pfizer.

Untuk rencana pemberian vaksin terhadap anak, Puan meminta pemerintah menyiapkan berbagai sarana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan vaksinasi.

“Fasilitas kesehatan dan tenaga medis harus disiapkan sebaik-baiknya di seluruh daerah. Karena sasaran vaksin untuk anak-anak, tentunya treatment juga harus disesuaikan,” ucap Puan.

Baca Juga: Malaysia Bakal Uji Coba Vaksin Covid-19 Sinovac pada Anak Usia 3 hingga 11 Tahun

Di samping itu, Puan juga mendorong pemerintah untuk mempercepat proses vaksinasi bagi kelompok remaja usia 12-17 tahun.

Pihak sekolah dan orang tua murid, lanjut Puan, juga harus berperan aktif memastikan anaknya sudah divaksinasi.

“Namun saya mengingatkan vaksin bukan satu-satunya jaminan bagi anak-anak terbebas dari Covid-19. Orang tua dan guru-guru tetap harus memantau anak-anak agar disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” tegas Puan.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU