> >

Novel Baswedan Kritik Pimpinan dan Pejabat Utama KPK yang Raker di Hotel Mewah Yogyakarta

Hukum | 27 Oktober 2021, 22:38 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan (tengah) selaku korban menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (30/4/2020). (Sumber: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Dalam acara itu, ada pemaparan materi selama 1 jam oleh Ignasius Jonan tentang Strategic Learning: Transformasi Organisasi menuju Purpose-driven Organization.

Baca Juga: Yakin Stepanus Robin Pattuju Bersalah, KPK: Alat Bukti Bukan Hanya Keterangan Azis Syamsuddin

Kemudian, ada pemaparan materi konsep struktur organisasi KPK. Lanjut pada malam harinya, ada agenda Fun Game & Team Work Lomba Kreasi Tumpeng yang diikuti oleh sekitar 55 peserta (Pimpinan sampai dengan Eselon 3).

Selanjutnya, pada Kamis (28/10/2021), ada pemaparan materi roadmap KPK 2022-2045, pemaparan sistem akuntabilitas kinerja KPK, hingga menikmati hiburan musik di Kejawa Resto.

Di tengah acara itu, akan ada petugas PCR tes yang berjaga. Mereka secara paralel akan melayani peserta dan seluruh panitia pendukung untuk pengambilan sampel PCR tes guna keperluan penerbangan pulang.

Baca Juga: KPK Sinyalir Ada Tersangka Baru di Kasus Korupsi Bansos Juliari Batubara

"Selain itu, akan ada pertunjukan stand-up comedy dari 2 orang komika regional Jogjakarta," tulis keterangan yang termuat dalam agenda tersebut.

Pada Jumat (29/10/2021) atau hari terakhir, terdapat kegiatan sepeda santai yang dimulai dari Mapolsek Ngemplak Yogyakarta sampai Warung Kopi Klotok Kaliurang.

Kegiatan sepeda santai tersebut akan menempuh jarak sekitar 6 sampai 10 kilometer.

Baca Juga: Yakin Stepanus Robin Pattuju Bersalah, KPK: Alat Bukti Bukan Hanya Keterangan Azis Syamsuddin

Berikutnya, pada sore hari diadakan rapat pemusnahan hasil sadapan yang tidak relevan.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Tribunnews.com


TERBARU