> >

Klarifikasi Yaqut Cholil Qoumas Soal Kemenag: Beri Semangat Santri dan Ponpes

Peristiwa | 25 Oktober 2021, 13:28 WIB
Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas (Sumber: Youtube/Kemenag RI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan pernyataannya terkait Kementerian Agama (Kemenag) yang merupakan hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU) hanya sebagai pemantik semangat untuk para santri dan pondok pesantren, Senin (25/10/2021).

Pernyataan yang dia utarakan itu sebenarnya untuk acara internal saja dan sehausnya tak jadi masalah.

"Pertama saya sampaikan di forum internal. Intinya adalah memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren," jelasnya.

Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas Sebut Kementerian Agama Hanya untuk NU, Wakil Ketua MPR: Penyederhanaan Sejarah

Yaqut melanjutkan pernyataan tersebut ibarat ungkapan pasangan suami-istri yang menyatakan dunia hanya milik berdua saja.

"(Pernyataan itu) sama kira kira-kira ketika kalian semua dengan pasangannya masing-masing melihat rembulan di malam hari. 'Dunia milik kita berdua, yang lain cuma ngekos', salah enggak itu? Saya tanya salah enggak itu? Itu karena internal," lanjutnya.

Menteri Agama itu menegaskan Kementerian Agama tak ada hanya untuk NU saja. Kemenag memberikan afirmasi kepada semua agama di Indonesia.

Baca Juga: Tanggapi Yaqut soal Kemenag Hadiah untuk NU, Sekjen PBNU: Komentar Itu Kurang Bijaksana

"Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas juga tidak hanya NU saja. Bahkan, di Kemenag ada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag yang bukan dari NU," ujarnya.

Sebelumnya, pernyataan Yaqut menimbulkan polemik karena menyebut bahwa Kementerian Agama hadiah negara khusus buat NU, bukan buat umat Islam Indonesia.

Pernyataan ini disesalkan banyak kalangan, termasuk PBNU.     

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini menyatakan dengan tegas Indonesia milik semua orang dan Kemenag merupakan milik seluruh agama di Indonesia.

Penulis : Danang Suryo Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU