> >

Anies Dideklarasikan Jadi Capres 2024, Pengamat: Tes Ombak untuk Ukur Dua Hal Ini

Politik | 20 Oktober 2021, 10:29 WIB
Poster Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) yang rencananya akan mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024. (Sumber: ANIES)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam, menilai deklarasi Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024 oleh Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) merupakan bentuk tes ombak. 

Ada dua hal yang menurutnya tengah diukur dalam deklarasi ini. Pertama ialah potensi akan peluang terkonsolidasinya partai pendukung. 

"Tes ombak, untuk mengukur dua hal. Pertama, potensi peluang terkonsolidasinya partai-partai pendukung, mengingat Anies bukan kader partai," kata Umam saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (20/10/2021). 

Kedua, kata Umam, deklarasi ini juga untuk melihat bagaimana reaksi rival politik dan resistensi kelompok-kelompok yang tidak satu gerbong dengan pencalonan Anies.

Ia mengatakan, deklarasi "Anies" sebagai Capres 2024 juga upaya pengimbangan (balance of power) secara politik terhadap semakin menguatnya manuver relawan Ganjar Pranowo dan juga Prabowo Subianto.

Baca Juga: Hari Ini Anies Baswedan Dideklarasikan Sebagai Calon Presiden 2024 di Jakarta Pusat

"Untuk mempercepat proses konsolidasi, maka deklarasi dilakukan secara pararel untuk testing the water, sekaligus menyiapkan langkah taktis pasca selesainya masa pengabdian Anies sebagai Gubernur DKI pada akhir 2022 mendatang," katanya. 

Umam menjelaskan, ketika pengkutuban nama capres terbentuk maka kontestasi nama cawapres akan menentukan soliditas mesin politik mereka. 

"Survei Indostrategic pada 3 Agustus 2021 lalu menunjukkan bahwa pasangan Anies-AHY berpotensi menjadi "kuda hitam" yang bisa memenangkan pertarungan politik, mengungguli sejumlah pasangan lain, dalam simulasi pasangan Capres-Cawapres yang dilakukan," kata Umam. 

Kekuatan pasangan ini, jelas Umam, karena keduanya representasi calon pemimpin muda dengan corak Islam-nasionalis dan intelektual-militer.

"Ini berpeluang mampu mengonsolidasikan basis pemilih masa rasional dan kalangan Muslim yang tidak puas terhadap kinerja pemerintahan dan kebijakan publik di era Presiden Jokowi," ujarnya. 

Baca Juga: Diberi Rapor Merah Oleh LBH Jakarta, Anies: Kami Ucapkan Terima Kasih Banyak

 

Penulis : Hasya Nindita Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU