> >

TNI AD akan Tetap Hukum Prajuritnya Meski Kasus Perkelahian dengan Warga Buleleng Bali Sudah Damai

Hukum | 26 Agustus 2021, 01:08 WIB
Cuplikan penganiayaan dan pemukulan warga Desa Sidetapa, Buleleng, Bali oleh sejumlah anggota TNI. (Sumber: Instagram/@jeg.bali via Kompascom)

Andrian menuturkan warga meminta sosialisasi tentang Covid-19 dapat dilakukan dengan lebih masif dan persuasif untuk ke depannya.

"Agar saat ada swab antigen, tidak dilakukan secara mendadak dan tidak ada upaya paksa," ucap Andrian menyampaikan permintaan warga Desa Sidetapa.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 1609 Buleleng, Letkol Infantri Muhammad Windra Lisrianto akan mencabut laporan mengenai aksi kekerasan yang dialaminya. Dia mengaku tidak ada masalah dengan proses mediasi maupun penyampaian warga.

"Tidak ada masalah. Kalau kami, demi bangsa dan negara, kami siap lakukan yang terbaik," ujar Windra.

Baca Juga: Jenderal Bintang 2 Lapor Polisi Dianiaya Warga Garut, TNI AU Pastikan Korban Perwira Aktif

Sebagai informasi, dalam mediasi tersebut hadir sebagai perwakilan warga Desa Sidetapa adalah anggota DPRD Provinsi Bali, Wayan Arta dan anggota DPRD Buleleng, Putu Arta.

Bersama keduanya, hadir pula Kepala Desa Sidetapa, Ketua BPD, serta Kelian Desa Adat Sidetapa.

Lalu, dari pihak Kodim 1609 Buleleng, hadir langsung Dandim 1609 Buleleng, Dansubdenpom 9-3 Singaraja, dan Kasrem 163 Wirasatya Kodam Sembilan Udayana.

Insiden perkelahian anggota TNI dengan warga Desa Sidetapa sebeumnya terekam dalam sebuah video yang akhirnya viral di media sosial. 

Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, membenarkan adanya video tersebut. Namun, dia menyebutkan, apa yang terjadi dalam video itu adalah bentuk pembelaan anggotanya. 

Baca Juga: Ayah Bocah SD yang Dianiaya 2 Oknum TNI Sebut Anaknya Pulang dalam Kondisi Telanjang dan Babak Belur

"Kepala saya dipukul dari arah belakang oleh salah satu warga di sana. Melihat saya selaku komandan Kodim dipukul, anggota saya yang sedang melakukan tugas langsung bereaksi. Akhirnya dipukul lah orang itu," kata Windra saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/8/2021).

Kendati demikian, pernyataan Windra dibantah oleh salah seorang warga berinisial DI (24) yang menjadi korban pemukulan. 

Menurut DI, tak ada pemukulan yang dilakukan oleh warga terhadap anggota TNI yang sedang menjalani tugas tracing dan testing di desanya. 

"Tidak ada (melawan), saya tidak melawan, saya di bawah, duduk," kata DI saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (24/8/2021).

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


TERBARU