> >

Demokrat Desak Pemerintah Segera Lockdown Pulau Jawa, Dinilai Biayanya Lebih Murah

Update corona | 29 Juni 2021, 12:02 WIB
Ilustrasi karantina wilayah atau lockdown. (Sumber: Pixabay)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat meminta pemerintah tidak ragu menerapkan kebijakan karantina (lockdown) di Pulau Jawa.

Hal ini dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Mengingat, dalam beberapa hari terakhir jumlah pasien positif terus mengalami kenaikan.

Baca Juga: Perpanjang Lockdown, Malaysia Gelontorkan Bantuan Rp542 T untuk Rakyatnya

Deputi Riset dan Survei Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Demokrat, Jibril Avessina, mengatakan biaya untuk karantina diyakini lebih murah.

Sebab, menurut Jibril, terus memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro malah berpotensi memperpanjang masa krisis.

"Berdasarkan kajian kami, karantina wilayah se-Jawa dalam jangka waktu satu bulan membutuhkan dana Rp48 triliun," kata Jibril melalui keterangan resminya pada Selasa (29/6/2021).

Baca Juga: Strategi Gerilya Ganjar: Lockdown Tiap RT di Zona Merah yang Berjumlah 7.000 Lebih

"Ini realistis dan feasible (memungkinkan). Tinggal kita berani punya political will (keinginan) atau tidak mengingat angka kasus baru COVID-19 semakin tinggi tiap harinya. Perlu terobosan kebijakan."

Jibril menjelaskan perhitungan ongkos karantina wilayah yang mencapai Rp48 triliun.

Menurutnya, jumlah itu dapat diambil dari dana kebutuhan dasar sebesar Rp400 ribu untuk 80 persen penduduk Jawa atau sebanyak 121 juta jiwa.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU