Kompas TV internasional kompas dunia

Perpanjang Lockdown, Malaysia Gelontorkan Bantuan Rp542 T untuk Rakyatnya

Selasa, 29 Juni 2021 | 08:22 WIB
perpanjang-lockdown-malaysia-gelontorkan-bantuan-rp542-t-untuk-rakyatnya
Bendera Malaysia (Sumber: THINKSTOCKS)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.TV- Pemerintah Malaysia meluncurkan paket stimulus ekonomi baru senilai 150 miliar ringgit atau setara Rp524 triliun untuk menanggulangi dampak ekonomi dari perpanjangan lockdown nasional.

Perdana Menteri Malaysia (PM) Muhyiddin Yassin mengatakan, paket stimulus tersebut dinamakan paket perlindungan rakyat dan pemulihan ekonomi (Pemulih).

"Saya berharap paket keuangan ini dapat membantu Anda melanjutkan hidup Anda dalam beberapa bulan mendatang. Saya sadar banyak dari Anda yang terkena dampak buruk akibat berjuang melawan pandemi Covid-19 selama lebih dari setahun," kata Yassin seperti dikutip Channel News Asia, Selasa (29/06/2021).

"Meskipun jutaan orang Malaysia telah menerima bantuan keuangan dari pemerintah sejak Maret 2020, saya mengerti bahwa bantuan harus diperpanjang selama pandemi masih berlangsung," tambahnya.

Baca Juga: Rekor! Kasus Positif Harian DKI Jakarta 9.271 Lebih Tinggi Daripada Malaysia 5.803

Paket stimulus Pemulih diantaranya terdiri dari paket bantuan yang menyasar masyarakat dengan penghasilan 40 persen terbawah atau B40 dan 40 persen menengah atau M40.

Rumah tangga B40 menerima RM500 dari pemerintah pada bulan Agustus dan RM300 pada bulan Desember; lajang atau belum menikah kelompok B40 akan menerima RM200 di bulan Agustus.

Kemudian Rumah tangga M40 menerima RM250 pada bulan Agustus; lajang M40 akan menerima RM100 di bulan Agustus. Pemerintah Malaysia juga akan memberikan bantuan sebesar RM500 kepada warganya yang kehilangan pekerjaan.

Anggota parlemen Malaysia juga akan diberikan RM300.000, untuk program bantuan keranjang makanan kepada kelompok yang terkena dampak di daerah pemilihannya masing-masing. Sementara untuk masyarakat adat, ada alokasi dana sebesar RM10 juta untuk program keranjang makanan.

Baca Juga: Enggan Terapkan Lockdown, Pemerintah Sebut Biayanya Terlalu Mahal

Penulis : Dina Karina | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:44
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19