> >

Kapal Militer China Berhasil Angkat Liferaft Milik Kapal Selam KRI Nanggala-402

Peristiwa | 18 Mei 2021, 19:55 WIB
Ilustrasi Liferaft (Sumber: pusatmarine.com)

SOLO, KOMPAS.TV - TNI Angkatan Laut dengan dibantu kapal militer China berhasil mengangkat liferaft yang merupakan bagian dari kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan utara Bali.

Liferaft merupakan sebutan untuk perahu karet yang menjadi salah satu alat keselamatan dalam kapal yang digunakan untuk berlayar.

"Kapal Tan Suo Er Hao (milik China) berhasil mengangkat liferaft KRI Nanggala. Sudah kami simpan dengan baik sebagai bukti bahwa kapal-kapal dari negara sahabat kita sudah melaksanakan tugasnya," kata Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (18/5/2021).

Baca Juga: Proses Evakuasi dan Pencarian Bagian dari KRI Nanggala 402 Dilakukan Hingga Akhir Mei 2021

Iwan menjelaskan alat bantu tersebut memiliki berat kurang lebih 700 kilogram.

Sementara, KRI Nanggala-402 memiliki dua liferaft untuk digunakan saat dalam posisi kedaruratan.

Adapun, beberapa bagian lain yang sudah ditemukan, antara lain esm, pelindung kabel torpedo, personal life swim yang dimiliki personel, plat badan luar, pengunci untuk membuka benda yang terkunci kuat dan handbook.

Sementara bagian besar yang sudah ditemukan, yakni bow section (Haluan), sail section (Anjungan), dan stern section (Buritan).

Adapun pengangkatannya sedang diupayakan oleh tim evakuasi yang bertugas.

Baca Juga: Badan Tekan KRI Nanggala 402 Masih Dalam Pencarian, Diduga Ada di Dalam Kawah Sedalam 10-15 Meter

Diketahui sebelumnya, anjungan KRI Nanggala 402 pernah dicoba untuk diangkat menggunakan kapal milik China Tan Suo Er Hao.

Namun, pada saat proses pengangkatan sling yang telah terpasang pada bagian anjungan atau sail section putus.

Pasalnya, sling tersebut hanya mampu menopang beban seberat 18 ton.

Namun begitu, Iwan dan tim evakuasi tetap optimistis Kapal Tan Suo Er Hao akan berhasil mengangkat bagian buritan dan anjungan dari KRI Nanggala 402 pada kedalaman 838 meter di bawah laut.

"Sling putus tidak mampu mengangkat anjungan. Sehingga perlu mengkalkulasi ulang, karena anjungan (yang akan diangkat) memiliki berat kurang lebih mencapai 20 ton," terangnya.

Baca Juga: Tim Evakuasi KRI Nanggala 402 Optimistis akan Angkat Anjungan dan Buritan dari Kedalaman 838 Meter

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU