> >

Tinjau Vaksinasi Gotong Royong, Presiden Jokowi Berharap Pekerja Terlindung dari Covid-19

Berita utama | 18 Mei 2021, 10:16 WIB
Presiden Jokowi saat menyapa 18 perusahaan yang menggelar vaksinasi Covid-19 program Gotong Royong dari PT Unilever di Jababeka, Cikarang Utama, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021). (Sumber: Tangkapan Layar Youtube Setpres

 

CIKARANG, KOMPAS.TV- Presiden Joko Widodo berharap vaksinasi Covid-19 Gotong Royong bisa melindungi pekerja dari penyebaran virus corona. Di samping itu, Presiden Jokowi berharap vaksinasi itu bisa membuat pekerja dan perusahaan lebih produktif.

Presiden Jokowi menyatakan hal itu saat menyapa 18 perusahaan yang menggelar vaksinasi Covid-19 Gotong Royong dari PT Unilever di Jababeka, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021).

“Kita harapkan dengan dimulainya vaksinasi di industri, di manufaktur, di pabrik di lokasi-lokasi produktif kawasan-kawasan industri, kita harapkan semuanya nanti terlindungi dari penyebaran Covid-19,” ucap Presiden Jokowi.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Gotong Royong dan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

“Dan kita harapkan kawasan-kawasan produksi kawasan kawasan industri pabrik, perusahaan-perusahaan yang produktif ini akan bisa bekerja lebih produktif lagi dan tidak terjadi penyebaran covid di perusahaan-perusahaan.”

Presiden Jokowi juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh manajemen perusahaan, karyawan, dan KADIN yang telah bersama-sama melaksanakan vaksinasi Covid-19 Gotong Royong.

Baca Juga: Mendag Luthfi Berharap Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong Beri Nilai Tambah Bagi Pergerakan Ekonomi

“Yang kita harapkan, ini akan segera membangun sebuah herd immunity, kekebalan komunal, kekebalan komunitas, dan penyebaran covid bisa kita hambat dan kita bisa hilangkan dari negara yang kita cintai ini,” ujarnya.

Presiden Jokowi mengatakan, sejak dimulai vaksinasi hingga saat ini pemerintah telah menyuntikan 23 juta dosis vaksin kepada masyarakat Indonesia. Angka tersebut, kata Presiden Jokowi, masih jauh dari target yaitu 380 juta dosis vaksin.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU