> >

Mendagri Wanti-Wanti Klaster Penularan Covid-19 dari Kegiatan Keagamaan dan Ekonomi

Update corona | 10 Mei 2021, 13:59 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (Sumber: Dok. Kementerian Dalam Negeri)

RIAU, KOMPAS.TV - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kembali mengingatkan jangan sampai ada klaster penularan Covid-19 dari kegiatan ekonomi dan keagamaan.

Hal tersebut dikatakan Tito usai meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang PT Bintan Aluminia Indonesia (BAI), Bintan, Kepulauan Riau, Minggu (9/5/2021).

Baca Juga: Imbau Kepala Daerah Cegah Klaster Baru Covid-19 Jelang Lebaran, Mendagri: Jangan Lengah!

"Jangan sampai kita lengah, terutama dari klaster-klaster kerumunan karena kegiatan-kegiatan, baik kegiatan yang ekonomi maupun kegiatan keagamaan, pasar, kemudian numpuk mau belanja pakaian lebaran," kata Tito dilansir dari laman resmi Kemendagri, Senin (10/5/2021).

Mantan Kapolri itu menekankan agar masyarakat tak lengah terhadap protokol kesehatan pada bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sebab, berkaca pada data sebelumnya, kata Tito, terdapat tren kenaikan kasus pada hari raya keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri, perayaan Natal 2020 dan Libur Tahun Baru 2021.

Baca Juga: Kemendagri Larang Kepala Daerah dan ASN Gelar Open House, Pemprov DKI Larang Takbir Keliling

Dalam hal ini, Tito menegaskan bahwa penekanannya bukan tertuju pada aktivitas keagamaannya, tetapi pada penerapan protokol kesehatan.

"Ada beberapa daerah ada klaster tarawih, masuk ke masjid tanpa masker, rapat, ini bukan soal agamanya, ini soal masalah protokol kesehatannya, tolong ya titik tekannya seperti itu," tandasnya.

Selain itu, Tito juga berpesan agar seluruh elemen masyarakat menjaga protokol kesehatan dalam situasi apapun. Sehingga tidak terjadi ledakan dan peningkatan kasus seperti India dan beberapa negara lainnya.

Selain protokol kesehatan, tambahnya, pejabat dan ASN juga diminta tak melakukan kegiatan open house, di samping larangan mudik bagi masyarakat.

Baca Juga: Mendagri Tito Edarkan Larangan Bukber dan Open House untuk ASN Pemda

 

Penulis : Hedi Basri Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU