> >

Nekat! Calon Pemudik yang Naik Truk Sayuran

Peristiwa | 6 Mei 2021, 07:50 WIB
Calon Pemudik yang nekat pulang kampung di tengah pandemi Covid-19 diputarbalik petugas di check point kilometer 31 Jakarta-Cikampek (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Hari pertama pemberlakuan peniadaan mudik lebaran, masih ditemukan warga yang nekat pulang ke kampung. Dengan cara mengelabui petugas, 8 calon pemudik tujuan Garut, Jawa Barat, rela berada di antara muatan sayur-mayur.

Penjagaan ketat yang dilakukan petugas di check point (lokasi pemeriksaan) kilometer 31 Jakarta-Cikampek akhirnya meminta sejumlah calon pemudik putar balik.

Aep Saefuloh yang mengendarai truk sayur dalam keterangannya mengaku tidak mengetahui jika ada larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah.

“Nggak tahu saya, belum tahu,” ujarnya Kamis (6/5/2021).

Baca Juga: Ketua DPR: Hari Pertama Pelarangan Mudik Jadi Pertaruhan Wibawa Negara

Dikonfirmasi Kompas TV, Aep Saefuloh menuturkan penumpang yang dibawanya sehari-hari berdagang di Pasar Cibitung.

Sementara itu, Alia calon pemudik yang menumpang truk sayur Aep Saefuloh mengaku membayar Rp50.000 untuk bisa mudik ke Karawang. Namun tarif ini belum sepenuhnya, Alia mengatakan masih ada tarif-tarif untuk membayar calo yang harus disiapkannya.

“Tapi katanya sih bayar calo katanya, nggak ke sopirnya, ke orang lain,” ungkap Alia.

Baca Juga: Check Point di Titik Penyekatan Larangan Mudik Lebaran Mulai Beroperasi

Terpisah, Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengatakan dalam 40 menit pertama pemeriksaan di hari mulai pemberlakuan, ada 46 kendaraan yang diminta putarbalik.

“Tadi selama kurang lebih 40 menit aja dari jam 23.00 sampai jam 00.40 itu ternyata sudah 46 kendaraan yang kita putarbalikkan,” kata Komisaris Besar Sambodo.

Komisaris Besar Sambodo menuturkan, calon pemudik yang diperiksa adalah mereka yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah.  

Baca Juga: Nekat Mudik ke Yogyakarta Pada 6-17 Mei, Siap-Siap Karantina dan Tes PCR Dengan Biaya Sendiri

“Ada yang ke Jawa Barat, ada ke Jawa Tengah. Rata-rata memang mereka tidak mengaku mudik, tetapi punya tujuan tertentu,” ujar Kombes Sambodo.

“Tetapi kemudian tujuan itu tidak bisa dibuktikan dengan sebuah surat keterangan. Sehingga terpaksa kita keluarkan untuk kita putar balik,” lanjutnya.

Komisaris Besar Sambodo lebih lanjut menambahkan jajarannya akan bekerja 24 jam untuk memeriksa calon pemudik yang masih nekat pulang ke kampung halaman. Hal tersebut dilakukan sejalan dengan kebijakan pemerintah yang meniadakan mudik untuk menekan penularan Covid-19.

Baca Juga: Selalu Ingatkan Larangan Mudik, Satgas: Lebih Baik Dianggap Cerewet daripada Korban Berderet

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU