> >

PGRI Mengutuk Penembakan Guru di Papua dan Minta Negara Hadir

Politik | 10 April 2021, 23:59 WIB
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengutuk penembakan Kelompok Kriminal bersenjata (KKB) terhadap dua guru hingga tewas di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Unifah Rosyidi, menilai untuk kesekian kali pahlawan tanpa tanda jasa menjadi korban kekerasan KKB.

Unifa menegaskan tindakan tersebut tidak bisa ditolerir. Guru adalah penyuluh peradaban bangsa yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa, sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga: Ketakutan Pasca Penembakan, Guru di Distrik Beoga Minta Dievakuasi ke Timika

“Kami mengutuk keras atas tindakan itu," ujar Unifah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/4/2021).

Unifa juga meminta negara dapat hadir untuk memberikan perlindungan terhadap keselamatan guru. Terutama yang bertugas di daerah pedalaman yang saat ini tersulit konflik. Begitu juga dengan tempat tugas para guru harus aman dan terlindungi.

Menurut Unifa, jika keberadaan guru tersebut tidak mendapat ketidakpastian akan jaminan keselamatan dalam menjalankan tugasnya, maka pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memfasilitasi mereka.

"Mereka harus mendapatkan jaminan keselamatan diri, dan keluarganya. Guru adalah penyuluh peradaban bangsa yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa, sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya,” ujar Unifa.

Baca Juga: Kejamnya Teror KKB Papua, dari Tembak Mati 2 Guru, Culik Kepsek, Bakar 3 Sekolah hingga Peras Warga

Sebelumnya dua guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua tewas ditembak KKB.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU